Pidato HUT RI, Rachmawati Bahas Utang dan Anjloknya Rupiah

Pidato HUT RI, Rachmawati Bahas Utang dan Anjloknya Rupiah

Pidato HUT RI, Rachmawati Bahas Utang dan Anjloknya Rupiah

Anak ketiga Proklamator RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo ketika berpidato dalam upacara Peringatan HUT RI ke-73 di Kampus Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat (17/8).

Rachma, yang merupakan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, menekankan pada beberapa hal dalam pidatonya, di antaranya adalah keberpihakan pemerintah kepada asing dalam bidang ekonomi.

Ia menilai ekonomi Indonesia saat ini jauh dari Pancasila lantaran pemerintah terlalu condong ke paham neoliberalisme.

Rachma pun menyingggung utang negara yang kian menumpuk tiap harinya. Ia mengatakan, utana negara saat ini telah mencapai Rp 8.000 triliun, yang terbagi antara utang pemerintah dan BUMN.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyoroti nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp 14.600 per Dollar AS. Kemudian Rachmawati mengkritik pertumbuham ekonomi yang ia anggap stagnan di angka 5%.

“Kemudian jumlah penduduk miskin dan pengangguran semakin bertambah. Banyak BUMN yanh rugi dan menanggung beban hutang seperti BUMN di sektor perbankan karena dipaksa untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur,” kata Rachmawati.

Di sisi lain, lanjutnya, penegakkan hukum pun masih terbilang tebang pilih. Hal ini diperburuk dengan penjualan aset negara dan maraknya tenaga kerja asing (TKA) di tanah air.

Seperti diketahui belum lama ini isu masuknya jutaan tenaga kerja asing asal China menjadi polemik yang menyerang pemerintah.

“Saya mencatat apa yang dikatakan oleh Bung Karno bahwa pembangunan di seberang jembatan emas kemerdekaan ini yang utama adalah nation and character building,” tutur Rachmawati.

Masih dalam kesempatan itu, ia menyatakan jika peringatan Kemerdekaan RI pada tahun ini bertepatan dengan persiapan hajatan demokrasi pada tahun depan, di mana akan terjadi suksesi kepemimpinan nasional melalui Pemilu 2019.

“Untuk itu saya ingatkan, saya tegaskan, kepada seluruh rakyat Indonesia jangan salah memilih pemimpin,” ucapnya.

Pidato HUT RI, Rachmawati Bahas Utang dan Anjloknya Rupiah, pidato upacara hut RI, berita politik,

Prediden Siapkan Inpres Terkait Gempa Lombok

Prediden Siapkan Inpres Terkait Gempa Lombok

Prediden Siapkan Inpres Terkait Gempa Lombok

Presiden Joko Widodo sedang menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penanganan gempa di Lombok dan sekitarnya.

“Ini baru disiapkan Inpres, yang paling penting menurut saya bukan ditetapkan atau tidak ditetapkan (sebagai bencana nasional), yang paling penting adalah penanganan langsung di lapangan,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (20/8).

Gempa bumi beruntun mengguncang Lombok sejak tiga pekan lalu dengan kekuatan yang cukup besar, terakhir gempa bumi kembali terjadi dengan kekuatan 6,9 SR pada Minggu (19/8) pukul 19.56 WIB menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur dan Lombok Utara dengan intensitas VI-VII MMI (kuat).

“Pemerintah pusat total memberikan dukungan penuh bantuan kepada baik kepada pemprov (pemerintah provinsi), pemkab (pemerintah kabupaten), dan tentu saja yang paling penting kepada masyarakat. Intinya ke sana,” tambah Presiden.

Presiden pun mengaku terus mengikuti setiap perkembangan informasi mengenai bencana tersebut.

“Saya ikuti terus kok. Setiap menit saya ikuti terus, tadi malam saya dapat info dari sana, mungkin enggak tahu saya mau mengatur waktu lagi ke Lombok,” ungkap Presiden.

Presiden sendiri sudah mengunjungi daerah tertimpa gempa di Lombok pada 13-14 Agustus 2018 lalu. Presiden antara lain meninjau bangunan RSUD Tanjung dan Pasar Tanjung, posko pengungsian di halaman Polsek Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.

Dari 10 orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 SR berasal dari Kabupaten Lombok Timur 4 orang, Lombok Barat 1 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 1 orang. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM, dan relawan masih melakukan evakuasi.

Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga pukul 11.00 WITA pada hari ini. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada.

Saat kejadian gempa masyarakat banyak yang berada di luar rumah dan di pengungsian sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Rasa trauma guncangan gempa, apalagi pada Minggu (19/8) siang terjadi gempa 6,5 SR di Lombok Timur menyebabkan masyarakat memilih berada di luar rumah. Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras.

Bantuan logistik terus disalurkan ke korban gempa di Lombok. Stok logistik mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Sementara itu, dampak gempa 6,5 SR yang mengguncang Lombok Timur pada pada Minggu (19/8) pukul 11.06 WIB juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Berdasarkan pendataan hingga Minggu sore sebelum gempa 6,9 SR tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang luka, 1.700 unit rumah rusak dimana 1.054 rusak berat dan 646 rusak ringan, dan 5 bangunan publik rusak.

Sebelumnya Lombok Timur diguncang gempa 6,4 SR pada 29 Juli dan gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018 yang juga menimbulkan korban dan kerusakan. Gempa 7 SR itu menyebabkan 460 orang meninggal dunia dengan korban luka-luka tercatat 7.773 orang, dimana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan. Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian.

Daftar Ke KPU, Sejumlah Mentri Kabinet Kerja Ikut Serta Dalam Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Daftar Ke KPU, Sejumlah Mentri Kabinet Kerja Ikut Serta Dalam Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf

Daftar Ke KPU, Sejumlah Mentri Kabinet Kerja Ikut Serta Dalam Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf

Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah mendaftarkan tim kampanyenya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meski beranggotaan 150 orang, tetapi posisi Ketua Tim Kampanye masih lowong.

“Ada beberapa personel yang masuk dalam penugasan khusus. Total ada 150,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Sejumlah menteri dan pejabat di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK) masuk di timses Jokowi-Ma’ruf. Mereka di antaranya Wapres Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani, KSP Moeldoko, jubir presiden Johan Budi, Menko PMK Puan Maharani, dan Seskab Pramono Anung.

Hasto tidak mengumumkan seluruh anggota timses. Selain Moeldoko, terdapat sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam timses, seperti eks KSAL Laksamana (Purn) Marsetio.

“Iya benar (Marsetio mantan KSAL),” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat dimintai konfirmasi.

Para ketum parpol masuk sebagai dewan penasihat. Sedangkan dewan pengarah adalah gabungan senior parpol dan tokoh nasional.

Berikut ini daftar TKN Jokowi-Ma’ruf (belum seluruhnya):

Dewan Penasihat (Seluruh Ketum Parpol KIK):

1. Megawati Soekarnoputri (PDIP)
2. Airlangga Hartarto (Golkar)
3. Muhaimin Iskandar (PKB)
4. Surya Paloh (NasDem)
5. Romahurmuziy (PPP)
6. Oesman Sapta Odang (Hanura)
7. Harry Tanoe (Perindo)
8. Diaz Hendropriyono (PKPI)
9. Grace Natalie (PSI).

Dewan pengarah

1. Jusuf Kalla
2. Try Sutrisno
3. Puan Maharani
4. Pramono Anung
5. Sri Mulyani
6. Agung Laksono
7. Akbar Tandjung
8. Dimyati Rois
9. Siswono Yudo Husodo
10. Suwarso
10. Sidarto
11. Laksamana (Purn) Marsetio

Wakil Ketua

1. Moeldoko
2. Lodewijk Paulus
3. Abdul Kadir Karding
4. Johnny G. Plate
5. Arsul Sani
6. Herry Lontung
7. Hajriyanto Y. Thohari
8. Eriko Sortadurga

Sekretaris

1. Hasto Kristiyanto

Wakil Sekretaris

1. Verry Surya Hendrawan
2. Ahmad Rofiq
3. Raja Juli Antoni
4. Dewi Soeharto

Bendahara

1. Sakti Wahyu Trenggono
2. Agus Gumiwang Kartasasmita

Wakil Bendahara

1. Juliari Batubara
2. Syamsudin Andri Arsyad
3. Amir Uskara
4. Jazilul Fawaid
5. Riri Lestari
6. Dudi Purwagandhi

Juru Bicara

1. Ahmad Basarah (PDIP)
2. Johan Budi (PDIP)
3. Abdul Kadir Karding (PKB)
4. Ace Hasan Syadzily (Golkar)
5. Irma Suryani Chaniago (NasDem)
6. Arif Budimanta (PDIP)
7. Arya Sinulingga (Perindo)
8. Lena Haryana Mukti (PPP)

Direktorat

Direktur Program: Aria Bima (PDIP)
Direktur Konten: Fiki Satari (PSI)
Direktur Komunikasi Politik: Usman Kansong (NasDem)
Direktur Kominfo: Yadi Hendriana (Perindo)
Direktur Kampanye: Benny Rhamdani (Hanura)
Direktur Penggalangan Pemilih Muda: Adi Kusuma (PKPI)
Direktur Logistik dan APK: Marsma TNI (Purn) Usro Harahap (Golkar)
Direktur Hukum dan dan Advokasi: Irfan Pulungan (PPP)
Direktur Saksi: Arif Wibowo (PDIP)
Direktur Relawan: Maman Imanulhaq (PKB)

Akan Ikut Tim Kanpanye Nasional Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Djoko Santoso Akan Ikut Tim Kanpanye Nasional Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Djoko Santoso Akan Ikut Tim Kanpanye Nasional Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Sejumlah pejabat Kabinet Kerja diketahui telah masuk ke dalam Tim Kampanye nasional pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Selain beberapa menteri, terdapat pula nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Dalam Tim Kampanye yang didaftarkan kepada KPU, Moeldoko menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf.

Hal ini membuat kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menjadi lawan Jokowi-Ma’ruf, angkat bicara.

“Bukan melawanlah, ya kompetisi ya kan gitu. Moeldoko bagus. Bagus Moeldoko,” ujar Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Senin (20/8).

Djoko mengungkapkan, Moeldoko merupakan salah satu bawahannya semasa masih aktif dalam korps militer Angkatan Darat. Seperti yang diketahui, Djoko Santoso pernah menjabat sebagai KSAD (2005-2007) dan Panglima TNI (2007-2010) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada saat Djoko Santoso menjabat sebagai KSAD, Moeldoko masih terdaftar sebagai perwira menengah TNI AD. Moeldoko baru menjadi perwira tinggi TNI AD pada 2008 saat menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya.

Djoko mengatakan, Moeldoko merupakan salah satu bawahan yang sangat pintar sehingga menduduki jabatan Panglima TNI.

“Anak buah saya yang pintar itu ya. Kalau enggak pintar, enggak bisa bintang 4,” ujarnya.

Djoko kemudian menanggapi soal anggapan dirinya ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga untuk memecah suara purnawirawan TNI di kubu lawan. Dia menegaskan tak ada istilah memecah belah rakyat dalam dirinya.

” Saya enggak pernah dipelajari memecah belah. Aku selama jadi tentara, belajar-belajar terus nggak ada ini ilmunya memecah belah. Kita harus bersatu kan,” kata Djoko Santoso.

“Semua ini hanya pilpres. Pilpres itu hanya mencari pemimpin. Yang ada sekarang dua, dan ini bukan untuk pecah-pecah. Ini untuk rakyat Indonesia. Silakan rakyat memilih, ada 2 (pasangan calon),” sambungnya.

Sebelumnya, para sekjen parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) telah menyerahkan daftar nama Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin ke KPU. Dalam daftar tersebut diketahui ada beberapa nama menteri Kabinet Kerja yang bergabung dalam timses.

Nama menteri nonpartai yang bergabung dalam tim tersebut adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Moeldoko ditunjuk sebagai salah satu wakil ketua TKN, sedangkan Sri Mulyani masuk Dewan Pengarah TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Mabuk dan Tak Pakai Helm, Adri Ditembak Oknum Polisi

Mabuk dan Tak Pakai Helm, Adri Ditembak Oknum Polisi

Mabuk dan Tak Pakai Helm, Adri Ditembak Oknum Polisi

Apes dialami AT alias Adri (45) warga Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Manado terkena tembakan peluru yang diduga pelakunya adalah oknum polisi, Minggu (26/4/2015).

Informasi yang tersiar sebelumnya korban (Adri) yang tengah mabuk minuman keras (miras) ugal-ugalan di jalan dan tak memakai helm.

Meski sudah beberapa kali diingatkan pada petugas patroli, namun Adri tak mendengar mengabaikan perintah petugas.

Mungkin berawal dari kejadian itu, salah satu oknum polisi patroli naik pitam dan menghadiakan timah panas pada punggung Adri.

Adapun TKP peristiwa tersebut di salah satu ruas jalan Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Manado.

Usai kejadian tersebut, korban dilarikan ke RS TNI Wolter Monginsidi Teling, dan pagi harinya Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto mengunjungi korban.

“Korban sudah dirujuk siang tadi ke RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang untuk menjalani operasi,” kata Sunarto melalui via handphone, Minggu, (26/4/2015).

Ditanyai apakah peristiwa ini ada keterlibatan oknum polisi Sunarto belum bisa memberikan kepastian. Menurutnya, hasilnya akan dilihat setelah korban menjalani operasi.

“Dari hasil operasinya nanti kita akan lihat. Apakah betul korban terkena tembakan polisi atau bukan, kami belum bisa pastikan,” jelas Sunarto.

Adapun satu luka korban yang diduga ada peluru bersarang itu, terdapat di bagian punggung. Tepatnya, sejajar dengan pusar korban.

Korban yang mengenakan, celana pendek bermotif berbagai perpaduan warna dan kaos dasar putih bergaris hitam dan merah kecil-kecil itu hanya terus merintih kesakitan terbaring di rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menunggu tim medis untuk menjalani operasi, demi mengungkit fakta, benda apa yang sebenarnya bersarang di dalam tubuh pria berambut panjang dan gondrong ini.

Oknum Polisi Majene Tertangkap Bawa Sabu Di Polman

Oknum Polisi Majene Tertangkap Bawa Sabu Di Polman

Oknum Polisi Majene Tertangkap Bawa Sabu Di Polman

Oknum anggota polisi non aktif yang baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan terkait kasus narkoba kembali ditangkap Satuan Narkoba Polres Polewali Mandar (Polman) dalam kasus yang sama.

Dari tangan tersangka yang diketahui bernama Brigadir Sumarlin ini, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 0,5 gram, serta uang tunai sebanyak Rp900 ribu.

Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan, mengatakan, tersangka Sumarlin ditangkap di wilayah Kecamatan Wonomulyo oleh anggotanya saat melakukan operasi.

Saat ditangkap satuan narkoba, oknum polisi ini sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu tidak berhasil dilakukan.

Kapolres menegaskan, kasus narkoba akan terus menjadi perhatian khusus agar peredarannya tak merajalela di daerah ini. Tak terkecuali apakah itu anggota kepolisian, ataupun siapa saja, pihaknya akan menindak tegas.

“Bahkan, jika oknum polisi yang kedapatan, justru akan mendapat sanksi lebih berat,” ujar Agoeng kepada wartawan di Polewali, Jumat (26/12/2014).

Diketahui, tersangka yang berdasarkan jejaknya terakhirnya bertugas di Polres Majene ini ini sebelumnya telah menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Bahkan, tersangka kini dalam proses pemecatan dari kepolisian. Meski, tersangka telah mengajukan banding.

Tersangka Sumarlin diketahui baru keluar dari lembaga permasyarakatan pada bulan September lalu, usai menjalani hukuman dua tahun dalam kasus yang sama.

Pangkat terakhir tersangka saat bertugas di Polres Majene yakni Brigadir dan saat ini tersangka dalam proses pemecatan oleh kepolisian. Bahkan, kali ini tersangka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara atas perbuatannya.

Tertembak, Brimob Dilarikan ke RSUD Poso

Tertembak, Brimob Dilarikan ke RSUD Poso

Tertembak, Brimob Dilarikan ke RSUD Poso

Seorang anggota Brimob dilarikan ke RSUD Poso, setelah tertembak, Selasa (24/2/2015). Brimob bernama Bharada Edy AN Siregar itu menderita luka tembak pada bagian tangan kanan dan kaki kanan.

Terlukanya anggota Brimob tersebut diduga karena letusan senjata api laras panjang milik rekannya sendiri saat rombongan anggota Brimob itu berada di atas truk polisi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat para anggota Brimob tersebut sedang berada di atas truk seusai mengisi bahan bakar minyak di SPBU Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (24/2/2015) pukul 09.50
WITA.

Truk yang bergerak tiba-tiba mengakibatkan senjata api laras panjang milik rekan Edy yang duduk di sampingnya meletus dan mengenai Bharada Edy.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tambarana untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, 20 menit kemudian korban langsung dirujuk ke RSUD Poso.

Kedatangan anggota Brimob yang terluka itu terpantau mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Brimob lainnya yang kemudian menghalang-halangi bahkan mengusir seluruh wartawan media cetak dan elektonik yang sedang melakukan peliputan di RSUD Poso.

Hingga laporan ini disusun, pihak kepolisian di Poso belum memberikan keterangan resmi terkait insiden itu.

Di Poso, saat ini setidaknya terdapat 1.000 personel Brimob yang kebanyakan merupakan BKO dari Brimob Kelapa Dua. Mereka mendukung Operasi Camar Maleo yang telah digelar sejak tanggal 26 Januari 2015 terkait keberadaan kelompok bersenjata yang pada 15 Januari silam menewaskan tiga warga Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Wakapolsek Gunungpati Ancam Bunuh Kapolsek

Wakapolsek Gunungpati Ancam Bunuh Kapolsek

Wakapolsek Gunungpati Ancam Bunuh Kapolsek

Insiden memalukan mencoreng Korps Bhayangkara kembali terjadi di Semarang. Diduga dalam kondisi mabuk, Wakapolsek Gunungpati AKP H mengancam membunuh Kapolsek Gunungpati dengan gobang, merusak ruang piket intel, dan merusak mobil Kapolsek.

Informasi yang dihimpun dari sumber KORAN SINDO, insiden itu terjadi Selasa lalu sekira pukul 20.00 di Mapolsek Gunungpati.

Insiden berawal sekira pukul 16.00 ketika AKP H bersama dua SPG rokok berkaraoke di sebuah kafe di daerah Nongko Sawit, Gunungpati.

Pukul 19.30, seorang karyawan kafe melaporkan AKP H mengamuk dan menyekap salah satu SPG. Atas insiden ini, Kapolsek Kompol Ahmadi memerintahkan Aiptu Mian untuk mengecek lokasi dan mengajak AKP H kembali ke Mapolsek Gunungpati.

Namun, Aiptu Mian justru dimarahi. “Mengatakan, Kapolsek disuruh aja ke sini. Kamu masih bintara, aku ini AKP dan Wakapolsek,” kata salah satu sumber KORAN SINDO.

Ternyata, tak lama kemudian AKP H datang ke Mapolsek membawa sajam jenis gobang. Kapolsek justru kena marah oleh Wakapolsek. Bahkan, Wakapolsek mengancam menggorok leher Kapolsek.

Kapolsek yang ketakutan menyelamatkan diri. AKP H terus mencari-cari Kapolsek dan Aiptu Mian. Karena tidak ketemu, AKP H bahkan mengancam membunuh tiga polisi di sana.

Dia lalu merusak ruang piket intel dan merusak mobil Karimun milik Kapolsek. Setelah mengamuk di Mapolsek, AKP H pergi bersama SPG dan pemilik kafe. Informasi yang dihimpun, hingga saat ini AKP H masih buron.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Hendra Supriatna, mengatakan hingga Selasa (24/2/2015) siang dia belum mendapat laporan AKP H sudah diamankan.

“Sampai sekarang saya belum dapat laporan (DPO). Saya sudah perintahkan agar dia diamankan dan dibawa ke Mapolda,” ungkapnya saat dikonfirmasi KORAN SINDO via telepon seluler, Selasa (24/2/2015) siang.

Terkait perusakan ruang Unit Intel, mengancam membunuh Kapolsek, dan merusak mobil, Hendra Supriatna menyebut pihaknya mendorong agar itu diproses pidana dulu.

“Setelah itu, baru diproses internal. Itu bisa kode etik, ancaman terberatnya PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) alias pecat. Dia (AKP H) belum dimutasi ke Polda,” lanjutnya.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan bawahannya itu sudah tidak layak menjabat.

“Mutasi dan sanksi internal tentu akan menyusul. Itu harus diproses,” ungkapnya di Mapolrestabes Semarang.

Saat ditanyakan status Wakapolsek itu menjadi DPO alias buron, Djihartono mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu kalau buron.

Mabuk Rusuh, Wakapolsek Gunungpati Diburu Polisi se Semarang

Mabuk Rusuh, Wakapolsek Gunungpati Diburu Polisi se Semarang

Mabuk Rusuh, Wakapolsek Gunungpati Diburu Polisi se Semarang

Sikap Wakapolsek Gunungpati AKP Hadi yang mabuk di tempat karaoke dan membuat rusuh di tengah masyarakat, sangat memalukan jajaran Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran kepada AKP Hadi yang telah melarikan diri. Segenap jajaran kepolisian dibawah komando Polrestabes Semarang pun dikerahkan menangkap AKP Hadi.

“Tunggu ya, tim masih bekerja,” katanya, kepada wartawan, Rabu (25/2/2015).

Ditambahkan dia, pihak telah memanggil pimpinan AKP Hadi ke Semarang untuk mengetahui sebab mengamuknya AKP Hadi di tempat karaoke dan kantor kepolisian. Namun begitu, dia tidak merinci pembahasan dan hasil pertemuan tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Hendra Supriatna mengatakan, pihaknya juga sudah memerintahkan anggotanya mencari keberadaan AKP Hadi. Hingga kini, AKP Hadi masih belum ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum polisi yang diketahui menjabat sebagai Wakapolsek Gunungjati AKP Hadi, mabuk di tempat karaoke sambil menggandeng dua orang wanita yang diketahui sebagai Sales Promotion Girl (SPG) rokok.

Tidak hanya mabuk-mabukan, dia mengamuk di tempat karaoke dan kantor polisi tempatnya berdinas. Bahkan, dia juga sempat mengancam akan membunuh kapolsek yang menjadi atasannya, dan tiga orang polisi yang ada saat itu.

Hingga berita ini diturunkan, AKP Hadi telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena sikapnya yang telah sangat meresahkan masyarakat.

Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Oknum anggota Polri berinisial Brigadir Er, yang diduga menyelundupkan sejumlah penonton tanpa tiket masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung, diperiksa Propam Polrestabes Bandung. Brigadir Er terancam sanksi administratif.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, Brigadir Er pada Sabtu 22 Juli 2017, berjaga di pintu O, Tribun Timur Stadion GBLA Kota Bandung, saat pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Dia beralasan terpaksa memasukkan penonton tanpa tiket karena mereka teman-teman anaknya.

Meski begitu, tindakan Brigadir Er melanggar disiplin. Bridgadir Er juga dinilai bisa jadi memasukkan banyak orang. Karena itu, Polrestabes Bandung memberikan tindakan tegas teterhadap yang bersangkutan. Sanksi yang diterima tergantung tingkat kesalahannya, bisa berupa teguran, mutasi, penundaan kenaikan pangkat, dan pemberhentian secara tidak hormat.

“Saat ini, Brigadir Er sedang diperiksa intensif oleh Propam. Pemeriksaan masih berlangsung dan sidang disiplin akan digelar paling lambat minggu ketiga Agustus ini. Kami tidak pandang bulu terhadap siapa pun pelaku pelanggaran,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (4/8/2017).

Disinggung mengenai perwira yang memimpin penjagaan di pintu O GBLA, Hendro mengemukakan, pengamanan setiap pintu stadion memang dipimpin oleh seorang perwira. Saat itu, yang melakukan pengamanan di pintu O adalah Ipda Suk. “Ipda Suk diperiksa juga. Dia tahu atau tidak tindakan anggotanya. Kalau mengetahui tapi tidak melakukan tindakan apapun, tentu dia ikut melakukan pelanggaran,” ujar Hendro.

Diberitakan sebelumnya, aksi oknum polisi memasukkan penonton tanpa tiket ke GBLA Kota Bandung terekam video. Video berdurasi kurang lebih 40 detik diunggah melalui akun Twitter dan Instagram @officialvpc pada Selasa 25 Juli 2017 lalu.

Dalam video itu, terlihat para penonton tengah antre untuk masuk ke dalam stadion. Di sisi lain, tampak beberapa orang penonton tanpa tiket leluasa masuk ke stadion. “Oknum, oknum. Tukang tiket, asup tanpa tiket, duit duit. Itu make tiket, itu tanpa tiket, enggak seru,” kata seseorang dalam video tersebut.