Ferdinand Hutahaean : PKS Melakukan Negosiasi Politik

Berita Politik

Kadiv Adviokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa PKS telag membuka opsi abstain di pilpres 2019, kalau kadernya tidak di pilih sebagai cawapres Prabowo Subianto. Lobi-lobi politik seperti ini merupakan hal wajar, dan ini merupakan taktik dalam negosiasi politik.

Ferdinand mengakui, masih ada perbedaan pendapat di partai-partai koalisi Prabowo. Hal tersebut menyangkut cawapres untuk mendampingi sang eks Danjen Kopassus. Meski begitu, dia yakin PKS pada akhirnya tidak akan abstain dan tetap masih berada di koalisi ini. Ferdinand pun mengimbau partai-partai koalisi menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo.

Sepertinya dari pada berlarut-larut, kita serahkan ke Pak Prabowo saja. Sampai sekarang isu yang jadi bahasan cawapres, kalau debat-debat terus tidak akan tuntas karena semua partai ingin kadernya jadi wakil, ucap Ferdinand.

Seperti diketahui, PKS mengungkap masih belum adanya kesepakatan soal cawapres Prabowo hingga saat ini. Gerindra, PAN, PKS dan Ketum PA 212 Slamet Maarif semalam, Selasa 31 Juli 2018, mengadakan pertemuan untuk membahas soal cawapres sekaligus soal perkembangan terbaru koalisi yakni masuknya Demokrat ke kubu mereka.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin berbicara tentang bangunan koalisi partainya dengan Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat. Bisa saja PKS meninggalkan bangunan itu.

Dia mengatakan PKS mempertimbangkan opsi abstain di Pilpres 2019 jika akhirnya tak ada kader PKS yang dipilih jadi cawapres. “Itu salah satu opsi yang mungkin diambil kalau memang situasinya tidak memungkinkan, tapi itu tergantung pembahasan pimpinan DPP dan Majelis Syuro. Kira-kira sikap resmi PKS itu seperti apa ketika ada nama lain yang diusulkan,” tambahnya.

Kemudian, untuk saat ini semua keputusan ada di tangan Prabowo. Jika berbicara soal koalisi mungkin masih akan tetap jalan. Namun jika tidak, hal tersebut harus dibicarakan kembali bersama-sama.