Ferdinand Hutahaean Serang Jokowi Di Pilpres 2019

Ferdinand Hutahaean Serang Jokowi Di Pilpres 2019

Berita Politik

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sangat menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal ‘berani jika diajak berantem’ yang disampaikan kepada para relawannya saat acara Rapat Relawan Jokowi di SICC Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu 4 Agustus 2018 kemarin.

Terlepas dari apa pun alasannya, Partai Demokrat (PD) menilai pernyataan Jokowi tidak patut. PD menyarankan Dewan Perwaklan Rakyat (DPR) memanggil Jokowi soal arahannya itu. “Sungguh ini tak layak, tak patut dan tidak etis. Saya pikir DPR harus memanggil presiden dan menegurnya karena ini bibit perang saudara,” cetusnya.

Selain itu, Jokowi didesak menarik kata-katanya. “Presiden juga harus menarik kata-katanya, minta maaf salah diksi dan menganjurkan persaudaraan bukan perpecahan. Presiden kok mengamjurkan perkelahian? Ini salah dan harus ditegur,” jelas Ferdinand.

Saat acara, wartawan diminta keluar di tengah-tengah pidato Jokowi. Namun, video potongan pidato Jokowi itu kemudian beredar luas di media sosial yaitu saat Jokowi meminta relawan berani jika diajak berantem.

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi menegaskan arahan Jokowi itu bukan berarti memerintahkan relawannya untuk berkelahi. Budi Arie lalu memberi versi lain dari potongan arahan Jokowi tersebut.

Berikut penggalannya:

Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani.

Disinyalir, penyebaran video editan tersebut merupakan salah satu bentuk kebencian salah orang wartawan yang tidak suka dengan Jokowi sehingga mengambil kesempatan untuk menjatuhkan nama baik serta memperburuk keadaan di Pilpres periode 2019 ini.