Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade

Gerindra Tuding Jokowi Provokator Tindak Kekerasan

Berita Politik

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menganggap arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di saat Rapat Relawan Jokowi Jumat 3 Agustus 2018 merupakan salah satu dorongan untuk melakukan kekerasan. Menurut Andre, pernyataan Jokowi menganjurkan para relawannya beradu fisik dengan relawan Prabowo. Menurutnya, secara tidak langsung Jokowi sudah menyuruh relawannya untuk melakukan kekerasan di Pilpres 2019 nanti.

Andre mengatakan bahwa Pemilu seharusnya jadi festival adu gagasan, bukan festival adu otot. Dengan pidato itu, menurut Andre, Jokowi secara tidak langsung menyarankan relawannya untuk melakukan tindak kekerasan. “Yang kita sayangkan seorang presiden incumbent menganjurkan kepada relwaan untuk tidak takut berantem, berarti mendorong ada kekerasan,” ujarnya.

Baca juga : Ferdinand Hutahaean Serang Jokowi Di Pilpres 2019

Sebelumnya diberitakan, arahan itu disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC Sentul Bogor, Jawa Barat, pada hari Sabtu 4 Agustus 2018. Jokowi awalnya meminta relawan untuk bersatu, militan, dan kerja keras.

Saat acara, wartawan diminta keluar di tengah-tengah pidato Jokowi. Namun, video potongan pidato Jokowi itu kemudian beredar luas di media sosial yaitu saat Jokowi meminta relawan berani jika diajak berantem.

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi menegaskan arahan Jokowi itu bukan berarti memerintahkan relawannya untuk berkelahi. Budi Arie lalu memberi versi lain dari potongan arahan Jokowi tersebut.

Berikut penggalannya:

Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani.

Pilpres 2019 terlihat semakin ketat dengan munculnya para politisi-politisi baru yang memperkeruh keadaan politik di Indonesia. Hal tersebut merupakan gagasan positif dari beberapa relawan Jokowi tentang tanggapan negatif yang di terima oleh sejumlah anggota parpol di Indonesia.