Hanafi Tarik Posisi Kadernya

Hanafi Tarik Posisi Kadernya

Berita Politik

Sekretariat Nasional (Seknas) meminta PAN agar menarik kadernya yang bernama Asman Abnur dari posisi Menpan RB. Sementara Waketum PAN Hanafi Rais mengatakan bahwa keberadaan kader partainya di kabinet pemerintahan tersebut dianggap sebagai wakaf politik.

Pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti sikap PAN di Pilpres 2019 yang mendukung Prabowo Subianto. Mereka meminta PAN untuk menarik kadernya, Asman Abnur yang saat ini menjabat sebagai Menpan-RB. Dia mengatakan semestinya Asman sudah mundur sejak lama karena sikap PAN yang menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-JK (Jusuf Kalla). Mereka meminta PAN untuk tak ambil keuntungan karena Jokowi tak melakukan reshuffle.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas, mengatakan sikap politik PAN tak etis. Sikap PAN tersebut, kata Umbas, memalukan. Sikap politik PAN yang ambigu dan bermain ‘dua kaki’ jelas tidak menjunjung etika politik dan sesungguhnya memalukan dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu sekali lagi kami mendesak segera menarik Asman Abnur dari kabinet kerja.

“Ketika ada menteri dari PAN masuk kabinet ini, itu kita istilahkan sebagai wakaf politik. Artinya itu sudah bukan lagi dimiliki sepenuhnya oleh partai, tapi tergantung penilaian presiden,” kata Hanafi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan, PAN tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. PAN menyerahkan keputusan pertimbangan untuk mundur kepada Asman Abnur. “Saya tidak terlalu mempersoalkan itu. Tapi kalau menteri yang bersangkutan punya pertimbangan lain mau mundur, ya silakan saja,” ujarnya.

Hanafi menegaskan partainya tak akan intervensi persoalan tersebut. “Tapi namanya sudah wakaf untuk bangsa ya kita tak intervensi. Itu juga tergantung presiden karena sudah menjadi anak buah presiden,” kata Hanafi.

Padahal PAN termasuk partai koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Selain itu, ada perwakilan PAN di Kabinet Kerja. Kali ini Ngabalin menolak PAN dengan nada keras.

Sebagaimana diketahui, di Pilpres 2019, PAN memutuskan untuk berada di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat mengusung Prabowo-Sandiaga Uno.