Isi Pidato Prabowo Subianto Di KPU

Isi Pidato Prabowo Subianto Di KPU

Berita Politik

Prabowo-Sandiaga Uno sudah resmi mendaftarkan diri sebagai capres cawapres 2019 hari ini. Pendaftaran Prabowo tidak sama dengan Jokowi dengan alasan keamanan. Usai mendaftar, Prabowo langsung naik panggung untuk berorasi, dan berpidato di depan para pendukungnya yang hadir mengiringi perjalanannya di KPU. Berikut Pidato komplit Prabowo :

Terima kasih atas perhatian saudara-saudara saya diberi kehormatan dan kesempatan untuk beberapa hal. Yang pertama tentunya marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan pui syukur ke hadirat Allah YME untuk bisa melaksanakan tugas kita hari ini di KPU RI. Kita hari ini baru saja melaksanakan pendaftaran sebagai capres dan cawapres di mana saya Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno dicalonkan, diusung oleh empat partai, PKS, PAN, Demokrat dan Gerindra dan didukung oleh partai Berkarya, yang dalam hal ini diwakili ibu Titiek Soharto.

Ada satu kejadian unik pada hari ini ada putri presiden pertama RI, putri proklamator kita, ada juga putri presiden RI yang kedua, ada juga dua putra presiden RI yang keenam. Ini kehormatan besar bagi saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih ke KPU yang bekerja keras.

Selagi saya menitip harapan seluruh kader dari semua partai, dari seluruh rakyat Indonesia, kami menitip masa depan Indonesia di pundak KPU. Demokrasi menurut keyakinan kami semua adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang terbaik dari yang ada. Pergantian pemerintahan, pergantian pimpinan, apakah bupati, wali kota bahkan kepala desa sekalipun, gubernur, presiden harus berjalan dengan aman, damai dan jujur.

Apapun keputusan rakyat harus kita hormati, karena itu dalam hal ini masa depan nasib bangsa berada di pundaknya KPU, karena itu masa depan nasib bangsa berada di pundak KPU. KPU memiliki tugas yang berat kami mengerti. KPU harus menjaga keadilan, kejujuran, kebersihan daripada Pemilu. Pemilihan melalui kotak suara itulah kedaulatan rakyat saudara sekalian. Janganlah sekali-sekali kita menghina hak rakyat, jangan sekali-kali kita mencurangi rakyat, biarlah rakyat yang berdaulat dan menentukan nasibnya sendiri.

Apapun keputusan rakyat kami terima, kami hormat, kami hanya ingin berkuasa dengan izin rakyat, dan kami ingin berkuasa untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia. Kami ingin mengabdi supaya tidak ada orang miskin di Indonesia, dan tidak boleh ada orang lapar di Indonesia, tidak boleh ada keadilan tidak sampai ke seluruh rakyat Indonesia. Saya kira itu tekad kami, itu hasrat kami. Terima kasih KPU atas jerih payah saudara-saudara.

Terima kasih juga tidak lupa kami ucapkan. Terima kasih kepada semua pihak mengikuti perkembangan dari semua elemen agama, semua etnis, semua ras, semua suku, kita berjuang untuk NKRI, untuk Indonesia. Kita bejuang untuk seluruh rakyat Indonesia apapun sukunya, kelompok etnisnya, kelompok agamanya, apapun rasnya, seluruh warga Indonesia, rakyat kita, akan kita bela akan kita perjuangkan hak-haknya.