JK Serang Cawapres Jokowi

JK Serang Cawapres Jokowi

Berita Politik

Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kediaman Megawati Soekarnoputri, Teuku Umar berjalan sangat singkat. Jusuf Kalla kemudian meninggalkan rumah Megawati dengan buru-buru. Kunjungan tersebut terlihat pada Jumat 10 Agustus 2018 tadi, tepat saat pendaftaran Jokowi bersama dengan KH Ma’ruf Amin.

Sebelumnya JK sampai di rumah Mega sekitar pukul 16.40 WIB. Tak diketahui apa maksud kunjungan JK ke rumah Mega sore ini. Seperti diketahui, JK menyatakan diundang untuk menghadiri deklarasi Jokowi dan Ma’ruf Amin pada Kamis 9 Agustus 2018 kemarin. Namun JK memutuskan tak hadir karena menganggap itu merupakan ‘panggung’ para Ketum.

Baca juga : Tak Dampingi Jokowi, Jusuf Kalla Sambangi Megawati

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap cawapres yang nantinya terpilih dapat memanfaatkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. JK menyarankan wapres ke depan mengambil peluang dari ekonomi dunia yang memanas.

“Jadi kita harus pandai-pandai mengambil kesempatan dalam pertarungan dua orang yang berkelahi. Yang butuh pasti sama dengan China, kalau pasar China holtikulturanya atau permesinannya akan mahal, tapi dari negara negara Indonesia (ke AS) bisa lebih murah. Jadi kita harus bisa mengambil keuntungan dari kedua belah pihak,” ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

JK sebelumnya ditanya soal visi yang sebaiknya dimiliki cawapres, khususnya di bidang ekonomi. JK menyebut keadaan ekonomi dunia saat ini tengah memanas dan di luar kebiasaan. “Ada perang dagang, ada perubahan sistem. Seperti saya pernah katakana AS sebagai negara kapitalis, dia proteksionis. China sebagai negara sosialis atau komunis, dia liberal, ini terbalik semua,” katanya.

Panasnya ekonomi dunia saat ini menyebabkan terjadinya konflik kepentingan dan proteksi dari AS dan China. Perang dagang tersebut dapat menguntungkan bagi Indonesia, dan dapat juga merugikan.

“Berlanjut terus, ujungnya trade war. Trade war itu bagi Indonesia ada merugikan ada menguntungkan. Artinya kalau barang China di AS dikenakan bea, maka barang Indonesia bisa lebih murah dari barang China nanti di AS. Garmen atau apa sepatu atau barang lain yang kita ekspor ke AS,” tuturnya.