Jokowi Batal mencabut alokasi DMO batu bara

Jokowi Batalkan Pencabutan Alokasi DMO Batu Bara

Berita Politik

Sejumlah saham-saham emiten batu bara menjadi sentimen negatif kepada keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Jokowi telah membatalkan rencana pencabutan lokasi batu bara di dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Sebelumnya, saham-saham tersebut sangat kuat seiring dengan isu akan dicabutnya kebijakan DMO waktu itu. Namun kini pergerakan beberapa saham emiten batu bara tengah berakhir di teritori yang negatif.

Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) misalnya, hari ini berakhir turun 8,85% ke posisi Rp 1.905. Padahal kemarin saham ADRO menguat 6,36% ke posisi Rp 2.090. Lalu ada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang turun 5,08% ke posisi Rp 28.475. Di hari sebelumnya saham ITMG menguat 3,45%.

Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) pun juga bernasib sama. Hari ini saham INDY turun 6,25% ke Rp 3.600 setelah kemarin meroket 8,78%. Sementara saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bernasib berbeda. Hari ini saham PTBA tercatat naik 2,75% ke Rp 4.480, kemarin saham PTBA malah turun 5,22%.

Dengan dicabutnya aturan DMO batu bara tersebut dapat mengakibatkan kerugian PLN hinggu Rp 30 Triliun. Kerugian tersebut berdasarkan pada harga batu bara yang sudah di tetapkan di bulan Juli dengan nominal sebesar US$ 104,65 per ton. Kemudian harga batu bara DMO di tetapkan dengan harga US$ 70 per tonnya. Jadi, PLN harus maun membeli batu bara sesuai dengan harga acuan tersebut.