Keunggulan Cawapres Jokowi Dan Prabowo Di Mata Eko

Keunggulan Cawapres Jokowi Dan Prabowo Di Mata Eko

Berita Politik

Joko Widodo sudah memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendampingnya. Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga memutuskan untuk maju bersama dengan Sandiaga Uno yang sebagai cawapres. Kemudian, kedua cawapres 2019 sama-sama memiliki kemampuan yang bisa dibilang berbeda.

KH Ma’ruf Amin mempunyai kemampuan dalam bidang ekonomi syariah yang akan diterapkan di posisinya nanti. Sedangkan Sandiaga Uno hanya mempunyai pengalaman sebagai pengusaha.

“Kan harus berkaca pada data ya, data 4 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi kita hanya 5 persenan saja, sehingga butuh akselerasi. Nah akselerasi itu kan butuh memang salah satunya pengalaman. Saya rasa dari sisi itu pak Sandi lebih unggul,” kata Ekonom INDEF Eko Listiyanto, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Sementara sosok Ma’ruf yang religius juga dianggap penting buat perekonomian, khususnya ekonomi syariah. “Tapi yang di sisi lainnya kalau kemudian arahnya kalau ekonomi keumatan dan kemudian itu ekonomi Islam, arahnya berbeda, karena dia anti bunga, itu juga penting,” kata Eko.

Menurutnya, ekonomi syariah di Indonesia cukup tertinggal, padahal potensinya sangat besar untuk dikembangkan. Hal ini sudah banyak dipelajari oleh Ma’ruf sebelum dirinya dipilih oleh Jokowi untuk mendampinginya di kursi negara.

Sedangkan Ma’ruf punya peluang untuk merangkul dunia usaha di lingkungan masyarakat kecil. Caranya lewat ekonomi syariah yang menyentuh ekonomi kerakyatan.

“Kita nggak tahu, masyarakat bawah kan juga bukan investor gede gede. Itu mungkin punya peluang penting. Kalau memang nanti pak Jokowi dengan timnya bisa menyodorkan platfrom ekonomi keumatan yang bisa dorong sektor UMKM, dan lain lain itu punya nilai plus kepada pasangan ini,” tambahnya.

Sementara menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani, pasangan Joko Widodo sebagai cawapres 2019 yang bernama KH Ma’ruf Amin memahami seluk belum perekonomian. Roeslani mengatakan seperti itu dikarenakan dirinya sudah pernah berdiskusi dengan Ma’ruf terkait perekonomian Indonesia.