Andi Arief tuding Prabowo sebagai Jendral kardus

Kicauan Tajam Andi Afief Tentang Prabowo

Berita Politik

Wasekjen Partai Demokra Andi Arief tuding Ketum Partai Gerindra sebagai ‘Jendral Kardus‘. Kalimat tersebut merupakan manifestasi rasa kecewa terhadap Prabowo Subianto karena dianggap tidak pasti dalam membangun koalisi. Kini di kubu Prabowo tengah ada ‘perang’, dimana koalisi para pendukung Joko Widodo tengah menjawab sindiran tajam tersebut.

Rommy, demikian disapa, lantas cerita soal orang-orang yang mengajak PPP masuk poros ketiga. Pimpinan parpol tersebut bahkan mengiming-imingi dengan ‘konfirmasi’ persetujuan dari tiga parpol.

“H-1. Saya ditanya apakah akan ada poros ke-3. Jawabnya satu: seminggu terakhir saya dikejar-kejar untuk membentuk poros ini sampe tadi pagi. Menurut yang mengejar, sudah ada 3 parpol yang konfirm: 2 parpol oposisi, dan 1 parpol pemerintah. Kalau gitu saya kurang pergaulan,” kata Rommy.

“Ini nyari presiden apa nyari kardus sih? Katanya partai Allah? Biar refresh, nih pada baca UU Pemilu lagi … pasal 228 … jangan cari angka keramat lainnya yach,” kata Ketum PPP M Romahurmuziy, lewat akun Twitter-nya, Kamis 9 Agustus 2018 tadi.

Ia menduga PPP sengaja diajak demi tagline membawa-bawa umat. “Konon taglinenya ‘dari umat untuk rakyat’,” ungkap Rommy. Hal tersebut menjadi berita panas yang kini menghiasi Pilpres 2019.

“Sepanjang waktu dhuha ini saya terus merenung, kasihan nasib bangsa ini. Urusan kepemimpinan 260 juta rakyat selama lima tahun, kok menjadi komoditas permainan sejumlah elit yg begitu sedikit dlm jangka 1 pekan, bahkan 1 malam. Ya Allah, di waktu dhuha ini, ampunilah kami-kami,” tutupnya.

Prabowo sepertinya memiliki banyak batu kerikil yang menghambat perjalanannya di Pilpres 2019. Tak dapat dipungkiri jika hal ini terjadi, mengingat Prabowo tidak merespon rekomendasi cawapres yang diusulkan oleh Ijtma Ulama. Kini Prabowo harus mampu berjalan diatas kerikil tajam dan semak duri yang akan menghambat perjuangannya menuju kursi Presiden 2019.