Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ditangkap KPK terkait kasus suap

KPK Tetapkan Kalapas Sukamiskin Jadi Tersangka

Berita Politik

Kepala Lapas (Kalapas) Wahid Husein ditangkap KPK lantaran diduga menerima suap terkait soal fasilitas narapidana kasus korupsi, serta memberi izin keluar sel untuk pelesir. Pria yang baru saja mengemban tugas sebagai Kalapas di Lembaga Pemasyarakatan khusus koruptor ini terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), saat KPK mengirim penyidik untuk datang ke Lapas Sukamiskin.

Wahid menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin pada bulan Maret 2018 lalu. Namun wajah dan namanya kini sering kali muncul di layar televisi dan menghiasi sejumlah media masa Indonesia, dengan pemberitaan kasus suap fasilitas di dalam Lapas Sukamiskin. Namanya terkenal usai dikabarkan bahwa Wahid telah menerima suap, serta memberi izin para narapidana untuk keluar pelesir.

Akibat dari perilakunya, Kini Wahid Husein di tetapkan menjadi tersangka kasus suap fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin. Fahmi Darmawansyah beserta ketiga orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka kasus serupa di Lapas yang sama. Ini terbukti setelah pasukan penyidik dari KPK melakukan sejumlah pemeriksaan kedalam Lapas Sukamiskin, dan hasil OTT di Lapas Sukamiskin menemukan banyak fasilitas yang seharusnya tidak ada didalam sel.

KPK sudah menetapkan ketiga orang tersebut menjadi tersangka yang diduga melakukan kasus suap-menyuap di Lapas Sukamiskin yakni Wahid Husein (Kalapas) dan stafnya Hendry Saputra sebagai penerima, dan Fahmi Darmawansyah (Napi Korupsi) beserta Andi Rahmat (Napi Kasus pidana umum) sebagai pemberi.

Dengan adanya kejadian ini, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly diminta KPK untuk merubah sistem di seluruh Lapas yang ada di Indonesia. KPK sangat menyesalkan atas peristiwa tersebut, pasalnya Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein telah menerima suap serta memberikan izin kepada sejumlah narapidananya.