Marhaen Ingin Pariwisata Ke Sumba Berefek Rakyat Kecil

Marhaen Ingin Pariwisata Ke Sumba Berefek Rakyat Kecil

Badan Politik

Marhaen Ingin Pariwisata Ke Sumba Berefek Rakyat Kecil

Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emilia J Nomleni menyatakan, potensi wisata Pulau Sumba sangat besar. Apalagi pulau yang terdiri dari empat kabupaten itu sudah mendunia.

“Sumba memiliki banyak potensi pariwisata. Tak hanya soal alam, tapi juga budaya,” kata Emilia di sela-sela safari politiknya di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu.

Pesona Pulau Sumba kini sudah merambah mancanegara. Bahkan, Majalah Fokus terbitan Jerman menobatkan Sumba sebagai pulau terbaik dunia.

Di Sumba juga terdapat salah satu resort terbaik dunia. Pada 2016, Nihiwatu Resort di Kabupaten Sumba Barat dinobatkan sebagai hotel terbaik dunia versi Majalah Travel + Leisure terbitan New York.

Emilia menyatakan jika kelak dirinya terpilih memimpin NTT serius dalam pengembangkan potensi pariwisata di Sumba. “Kami akan mengembangkan potensi pariwisata berbasis kerakyatan,” kata cawagub NTT yang berpasangan dengan Marianus Sae itu.

Mama Emi -sapaan Emelia- menegaskan, pariwisata di Sumba harus berefek langsung pada perekonomian rakyat. Dia tak mau pariwisata di Sumba hanya menjadi industri yang tak mengangkat perekonomian rakyat.

“Rakyat merasa bahwa alam yang mereka miliki adalah sebuah anugerah. Bukan sebuah tempat yang disiapkan Tuhan di sekitar mereka, namun keuntungannya bukan untuk mereka. Itu tidak boleh terjadi,” jelasnya.

Karena itu duet Marianus – Emilia yang dikenal dengan sebutan Paket Marhaen bakal serius memperkuat perekonomian rakyat Sumba melalui pariwisata. “Untuk itu, jika diizinkan menjadi pemimpin, saya akan menata pariwisata, dengan mempertimbangkan keuntungan-keuntungan yang akan didapat masyarakat kecil yang hidup di sekitar destinasi pariwisata itu,” tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Selain itu, Emilia juga menyinggung pentingnya mengembangkan sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat pariwisata di Sumba. Bukan hanya dilatih melayani wisatawan, tetapi juga mengembangkan diri.

“SDM perlu ditata. Mereka perlu disiapkan. Artinya, mereka perlu dilatih bagaimana melayani pengunjung, menguasai perekonomian di sekitar tempat pariwisata