Menteri Wishnutama Sulit Ditemui Oleh Wartawan

Tentunya Sama Seperti Selebriti Menteri Wishnutama Sulit Ditemui Oleh Wartawan

Profil Singkat Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan ...

Menteri Wishnutama Sulit Ditemui Oleh Wartawan . Tentunya pada saat ini menteri kita yang satu ini sangat sulit sekali di temukan oleh para wartawan.

Tentunya menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf ) Wishnutama dinilai tidak memiliki ‘ sense of crisis ‘ yang seharusnya dilakukan ketika virus Corona CoVID 19 mewabah hingga memukul sektor industri pariwisata.

Sikap dari Wishnutama itu secara nyata telah di pelihatkan kepada para wartawan tentunya. Contohnya seperti blogger maupun influencer pada lingkunga di Kemenparekraf.

Tentunya kita semua tidak mengetahui. Apakah ketidak mampuan atau mungkin ketidak mauan pejabat publik sekelas menteri ini untuk berkomunikasi dengan wartawan. Yang paling terutama telah tergabung di Forum Pewarat Pariwisata ( Forwapar ) tentunya sangat bertolak belakang dengan semangat dari pejabat terdahulu. Yang nantinya akan mengedpankan aspek dari komunikasi dengan para media.

Sudah pastinya banyak sekali pertanyaan yang muncul akibat sifat dari ” Mas Menteri “. Yang sampai 3 bulan kepemimpinannya di Kemenparekfraf ini tidak menunjuki sikap bersahabat dengan wartawan yang berada di Gedung Sapta Pesona. Tepatnya gedung tersebut berada di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Perlu di ketahui juga Bapak Menteri yang bernama Wishnutama ini memang sangat di kenal sebagai orang televisi. Yang pastinya mempunyai banyak akses bahkan kebijakan yang memungkinkan dirinya punya kepercayaan diri untuk hanya melibatkan media – media yang berada di bawah kendalinya tersebut.

Hingga sampai saat ini. Bapak Menteri Wishnutama merupakan salah satu menteri yang paling sangat di cari oleh wartawan pariwisata tentunya. Perlu kalian ketahui di cari utnuk di mintai tanggapannya serta kebijakannya yang terkait dengan isu seputar dari dunia pariwisata serta ekonomi yang sangat kreatif itu.

Tentunya sangat blunder sekali sikap dari Menparekraf itu sebenarnya bukan yang pertama kali. Semenjak dari sejak di lantiknya oleh Presiden Joko Widodo, beberapa kali Wishnutama membuat pernyataan yang membuat gaduh sekali.

Contohnya seperti dia menyebut nama Gedung Sapta Pesona seperti ruangan ” karaoke “, sangat kaku sekali serta tidak mencerminkan sekali kantor dari sebuah instasi pariwisata.

Berikuntya juga, Bapak Menteri kita yaitu Wishnutama lebih parah lagi menyebutkan daerah – daerah tertentu di Indonesia yang telah terkait dengan wisata halal. Upayanya wartawan untuk menggali lagi informasi langsung dari menteri yang telah melahirkan logo baru dari Kemenparekraf itu.

Menteri Wishnutama Sulit Ditemui Oleh Wartawan

Tentunya tersendat serta nyaris tersesat karena komunikasi yang hanya satu arah yang telah di lakukan oleh pihak kementrian. Hanya melalui siaran pres yang secara rutin dikirim oleh Humas melalui Grup WA. Menemui serta bertanya langsung kepada Mas Menteri sangatlah mewah bagi Forwapar.

Tentu saja hal tersebut sudah terjadi sebelum Corona mewaban, sehingga ketika virus ini pandemik, ada alasan Kemenparekraf melakukan teleconference dengan wartawan. Menghindari pertemuan fisik.

Yang membuat unik saat upaya bertemu ini secara virtual itu wartawan hanya di berikan kesempatan mengirim pertanyaan tertulis. Pertanyaan tersebut akan di kirim melalui Humas Kemenparekraf untuk disampaikan ke Wishnutama, yang ternyata kemudian Mas Menteri asik sendiri membuat pernyataan via YouTube, yang disebutnya sebagai ” siaran pers virtual ”  pekan lalu.

Tentunya Forwapar di dalam rapat internal melalui aplikasi dari Zoom Conference telah menyatakan, terdapar 2 isu yang sangat besar sekali. Yang pastinya telah di hadapi oleh pemerintahan pada saat ini yaitu secara umum krisis nasioal berkenaan. Tidak lupa juga dengan Covid – 19, serta secara khusus krisis di sektor pariwisata dari dampak Covid-19.

Tentunya pada saat ini penderita dari postif Covid – 19 ini telah membus angka dari 1.000 kasus penularan dengan tingkat kematian di atas 8%. Ini menjadi perhatian semua sektor di Indonesia juga di dunia. Bagi pariwisata, pandemi ini telah dan akan menjadi pukulan yang telak, karena krisis berpotensi membuat industri jasa ini berhenti denyutnya secara total.

Pastinya juga Forwaparekraf ini meminta Kemenparekraf segera menjalani fungsi – fungsi dari komunikasi krisis di sektor pariwisata. Untuk langkah dari komunikasi tersebut diharapkan bisa mengelola isu di tengah krisis. Agar membangun pengertian hingga dukungan publik terhadap kebijakan dan langkah-langkah khususnya yang dilakukan oleh Kemenparekraf.

Itulah penjelasan dari Mas Menteri yang susah sekali di hubungi. Semoga artikel yang kami buat ini bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Baca juga antisipasi pencegahan virus corona di lapas.