Pengakuan Andi Untuk Gulingkan Koalisi PASTI

Pengakuan Andi Untuk Gulingkan Koalisi PASTI

Berita Politik

Pengakuan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kini kembali menggemparkar Pilpres 2019. Dia mengaku bahwa ada suruhan dari Sandiago Uno menemui Andi untuk menggulingkan duet Prabowo dan Agus Harimurti (PASTI). Pengakuan Andi Arief kini menjadi pembahasan serius yang harus dilakukan oleh koalisi Partai Gerindra.

Keesokan harinya, Andi mengaku dipertemukan dengan Sandiaga Uno. Dia lalu melapor ke Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Saya sampaikan ke SBY, lalu SBY bilang, ‘Saya tak akan pernah khianati Prabowo,'” ungkapya.

Andi Arief mengatakan pengakuannya ini dibuat bukan karena kecewa terhadap duet Prabowo-Sandi. “Saya hanya ingin tweet ini didengar Prabowo bahwa orang yang akan menjadi cawapresnya adalah yang dua minggu lalu akan menggulingkannya,” ujar Andi.

Andi Arief sebelumnya menyebut Sandiaga membayar PKS dan PAN masing-masing Rp 500 miliar untuk menjadi cawapres. Andi kecewa lantaran Prabowo mementingkan materi.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga hanya mengelus dada saat ditanya terkait tudingan Andi Arief ini. “(Mengelus dada) thank you, thank you, thank you banget,” kata Sandi singkat saat dimintai konfirmasi soal mahar di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 9 Agustus 2019.

Sebelumnya Andi ditemui oleh salah seorang yang mengaku sebagai utusan Sandiaga Uno, dan membawanya menemui Sandiaga dengan maksud ingin menggulingkan koalisi Gerindra-Partai Demokrat yang kini sudah dikuatkan dengan keputusan AHY yang dijadikan cawapres. Kemudian kabar tersebut masih belum ada respon dari koalisi Gerindra terkait pengakuan Andi Arief.