Prabowo Akan Menggelar Deklarasi Duet 'PASTI'

Prabowo Akan Menggelar Deklarasi Duet ‘PASTI’

Berita Politik

Beberapa cawapres rekomendasi kini sudah menentukan jawabannya, yakni dengan cara menolak tawaran untuk menjadi cawapres di tahun depan. Usai Ustadz Abdul Somad yang melakukan penolakan menjadi cawapres Prabowo Subianto, kini PAN juga melakukan penolakan kepada Salim Segaf Aljufri. Saat ini masih ada koalisi yang terdiri dari Gerindra, Partai Demokrat, dan PAN yang kini masih mencari salah satu partai alternatif.

Muncul sejumlah nama cawapres Prabowo digodok di internal sampai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Prabowo kembali bertemu untuk ketiga kalinya di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Situasi koalisi oposisi Jokowi ini begitu dinamis sampai akhirnya Rabu 8 Agustus 2018 malam tiba-tiba ada ‘geledek’ menyambar ketika petinggi Partai Demokrat Andi Arief menyerang Prabowo dengan kata ‘jenderal kardus’ bahkan juga menyebut adanya mahar Pilpres dari Sandiaga Uno. Tudingan ‘mahar Pilpres’ Rp 500 miliar untuk masing-masing parpol pengusung itu ditolak mentah-mentah oleh Sandiaga.

Nama AHY kemudian masuk dalam penggodokan sebagai salah satu cawapres Prabowo, bersama Ustaz Abdul Somad, Anies Baswedan, sampai Salim Segaf Aljufri. Di internal Demokrat pun muncul gerakan ‘kampanye’ duet PASTI yang kepanjangannya Prabowo-Agus Harimurti.

Belakangan diketahui Sandiaga Uno adalah cawapres pendamping Prabowo yang paling kuat saat ini. Sandiaga dikabarkan akan mundur dari kursi Gubernur DKI besok. Ia juga sudah mengurus persyaratan untuk maju mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

Duet antara Prabowo dengan Sandiaga kini terlihat semakin menguat untuk berkomitmen maju bersama. Dan pada saat deklarasi, mereka telah mengonfirmasikan kepada Elite Gerindra untuk mendeklarasikannya malam ini juga. Hashim berkata bahwa keduanya akan melakukan deklarasi paling cepat nanti sore.