Polemik Prabowo

Prabowo Subianto Mendapat Kritikan Soal Capres 2019

Berita Politik

Jelang Pilpres 2019, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tengah dihampiri polemik. Selain mendapat dukungan yang lebih baik pada Pilpres 2019 ini, ada juga yang meluncurkan beberapa kritikan untuknya. Sebelumnya, Prabowo sempat mengucapkan bahwa dirinya akan mendukung sosok capres lain, namun ia menegaskan bahwa dirinya akan berjuang terlebih dahulu.

Gerindra membela pernyataan Prabowo. Menurut Gerindra, itu merupakan sikap negarawan dari seorang Prabowo. Pada Sabtu 28 Juli 2018, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan bahwa Pernyataan Prabowo malam itu, yang menyatakan bahwa apabila tidak dibutuhkan, beliau siap mendukung calon lain demi kepentingan bangsa dan negara. Pernyataan tersebut merupakan salah satu sikap kenegarawanan beliau.

Pembelaan lainnya datang dari Ali Mochtar Ngabalin yang pernah jadi timses Prabowo di Pilpres 2014. Ngabalin yakin Prabowo tetap nyapres. Tidak mungkin dia mengangkat saya sebagai direktur KMP pada saat itu kalau tidak saling tahu menahu. Karena itu sekali Prabowo bilang dia akan maju menjadi calon presiden, nyawa pun dia pertaruhkan ujar Ngabalin yang kini masuk lingkaran Jokowi di Istana.

Nama Prabowo sudah masuk ke dalam daftar capres yang dibahas di Ijtimak Ulama. Panitia Ijtimak Ulama menilai pernyataan tersebut bentuk kerendahan hati Prabowo. Tidak hanya pembelaan, kritikan datang kepada Prabowo. Golkar menganggap Prabowo tidak percaya diri.

Kemudian muncul kritikan kepada Prabowo yang dikeluarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan yang menyatakan bahwa pernyataan Prabowo tersebut menunjukkan kalau dia masih belum percaya diri sebagai calon presiden.

PPP pun siap apabila ada figur selain Prabowo yang maju. Hal tersebut dinilai PPP masih mungkin terjadi karena belum memasuki masa pendaftaran Pilpres.

Sementara PKS kini sudah menyiapkan beberapa skenario untuk Pilpres, dan tidak mempermasalahkan jika Prabowo tidak mencalonkan diri sebagai presiden. PKS melakukan pembicaraan opsi duet dengan Anies Baswedan dan juga Ahmad Heryawan