Serangan sentimen pribadi kepada Presiden Joko Widodo

Serangan Sentimental Fuad Bawazier Dan Amien Rais Kepada Presiden Jokowi

Berita Politik

Proses pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sekitar 51% telah dikritik serta dianggap sebagai pencitraan pemerintah di tahun politik. Sentimen pribadi tersebut datang dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, dan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa proses pencapaian kesepakatan dengan pihak Freeport tidaklah mudah, dan dipastikan akan memakan waktu panjang sekitar hampir 3,5 tahun. Karena nantinya akan ditindak lanjuti poroses ke-2, dan ke-3 untuk mencapai kesepakatan tersebut.

Penandatangan Head Of Agreement (HOA) merupakan salah satu kemajuan Negara yang perlu disyukuri. Sementara proses akuisisi saham PT Freeport ini memang memerlukan waktu yang panjang, dan tindakkan ini harus kita apresiasi.

Pada sebelumnya, mantan Menkeu Fuad Bawazier menganggap bahwa teken HOA tersebut adalah pencitraan semata. Karena menurutnya, HOA hanya mendeklarasikan potik karena proses tersebut beru perjanjian yang mengikat kedua belah pihak.

Eks Menkeu bertutur bahwa HOA hanya deklarasi politik. Dengan arti, belum ada hasil perjanjian yang mengikat antara kedua belah pihak dan itu semua hanya pencitraan yang ditujukan untuk mendongkrak JKW pada tahun politik ini.

Menurut Fuad, ibaratnya Negara membeli barangnya sendiri. Sedangkan kontrak karya tambang Freeport akan berakhir pada tahun 2021, dan izin penambangannya akan habis di tahun itu. Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan bahwa seharusnya Negara bisa bersabar mengenaik hal tersebut, dan Negara dapat memiliki saham sebesar 51% itu tanpa harus membelinya.

Amin Rais juga sempat menyinggung pemerintah terkait kesepakatan akusisisi saham PT Freeport tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kebohongan semata. Namun Amien Rais tidak menlanjutkan ucapannya mengenai kesepakatan Freeport.

Pemerintah sudah menandatangani HOA proses pengambilalihan saham PTFI di Menkeu sebesar 51% pada hari Kamis 12 Juli 2018 lalu. Penandatanganan tersebut dilakukan CEO Freeport McMoRan Inc Richard Adkerson dengan Dirut PT Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum).

Freeport McMoRan adalah induk PTFI (FCX-kode saham di New York Stok Exchange), sedangakan PT Inalum adalah BUMN yang akan membeli saham sebesar 51% tersebut. Setelah proses akuisisi terjadi, 51% saham PT Freeport akan berarih ke PT Inalum, sementara 49% nya akan dipegang Freeport McMoRan. Presiden Joko Widodo juga berharap semoga tidak ada sentimen negatif lagi terkait akuisisi saham PT Freeport yang kini sedang dalam proses.