Sandiaga Dituduh Memberikan Mahar Rp. 500 Miliar, PSI Bawaslu Harus Usut

Sandiaga Dituduh Memberikan Mahar Rp. 500 Miliar, PSI Bawaslu Harus Usut

Sandiaga Dituduh Memberikan Mahar Rp. 500 Miliar, PSI Bawaslu Harus Usut

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut berkomentar mengenai kabar yang disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, soal mahar Rp500 Milliar yang diberikan Sandiaga Uno ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanan Nasional (PAN).

Mahar tersebut diberikan Sandiaga agar bisa maju mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. PSI mendesak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut pernyataan tersebut. Grace Natalie selaku Ketua Umum PSI mengaku prihatin jika pernyataan yang dilontarkan Andi Arief terbukti benar. Dia pun berharap Pemilu yang akan datang tidak ada praktek politik uang.

“Jika pernyataan itu benar, tentu sangat memprihatinkan. Seharusnya untuk pemilihan jabatan publik, tidak ada money politic. Ini merupakan pendidikan politik yang buruk sekaligus pelanggaran terhadap Undang-Undang Pemilu,” katanya melalui rilis yang IDN Times.

Grace mengatakan, Pasal 228 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 jelas melarang praktek penyuapan seperti yang dituduhkan tersebut. “Setiap orang atau lembaga dilarang memberikan imbalan kepada partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden,” kata mantan jurnalis itu.

Karena itu, Grace melanjutkan, Bawaslu dan penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran hukum itu. “Ini tuduhan serius. Pihak Partai Demokrat harus bisa menjelaskan apakah tuduhan itu didasarkan bukti atau sekadar ungkapan kemarahan semata,” imbuhnya.

Menurut Grace, seharusnya partai politik memilih calon wakil presiden yang memiliki integritas dan kapabilitas, bukan karena setoran uang. “Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan cakap, Bukan yang sekadar bisa membagi-bagi uang atau yang bersedia menerima suap,” tutupnya.

Berita politik, berita gosip terkini, berita terbaru, berita politik terbaru, berita politik terbaru, berita politik terkini, Berita Politik Indonesia, berita tanah air, calon presiden, Calon presiden baru, calon wakil presiden, Cawapres 2019, Cawapres Jokowi, Ma’ruf, Pilpres 2019, Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin, Hots gosip, gosip tanah air, gosip seluruh dunia, cerita gosip politik,

Jokowi Hanya Ingin Berprasangka Baik Dan Tidak Bermusuhan Hanya Karena Beda Pilihan Politik

Jokowi Hanya Ingin Berprasangka Baik Dan Tidak Bermusuhan Hanya Karena Beda Pilihan Politik

Jokowi Hanya Ingin Berprasangka Baik Dan Tidak Bermusuhan Hanya Karena Beda Pilihan Politik

Calon presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta politisi dan masyarakat luas tidak bermusuhan menjelang Pemilihan Presiden 2019. Dia meminta agar pilpres dijadikan sebagai ajang berdemokrasi dan mengadu ide.

Hal itu dia sampaikan usai menyerahkan berkas sebagai syarat maju sebagai capres di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di pesta demokrasi ini, Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk menyambut demokrasi dengan penuh suka cita. Setiap orang yang merayakan harus bergembira.

“Saya ingin agar bersama-sama menjadikan proses pemilu ini benar- benar menjadi kegembiraan berdemokrasi. Demokrasi itu bukan perang atau permusuhan, tetapi ajang mengadu rekam jejak, ide dan prestasi,” ujar Jokowi di gedung KPU siang tadi.

Selain itu, Presiden pun mengingatkan agar masyarakat tidak gampang curiga atau berburuk sangka kepada orang lain. Karena, Presiden melanjutkan, itu bukanlah budaya dan etika bangsa Indonesia dan juga tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Agar proses demokrasi selama pilpres bersuasana gembira, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak publik agar fokus ke adu gagasan dan ide. Ia pun mengingatkan jangan sampai tali silaturahmi putus hanya karena perbedaan pandangan politik.

Persatuan dan persaudaraan ini menjadi lebih penting untuk dijaga mengingat Indonesia akan memasuki tahun politik 2019 di mana Pemilihan Presiden akan dilaksanakan. Presiden pun berpesan agar masyarakat tetap rukun walaupun berbeda pilihan politik.

“Tiba-tiba karena pandangan politik yang berbeda kita menjadi bermusuhan. Antar tetangga kemudian tidak saling menyapa. Kita akhirnya kehilangan tali persaudaraan, sementara aset terbesar kita adalah persatuan dan kesatuan,” kata Jokowi. Aset itu perlu dijaga dan dirawat bersama.

Dalam pemberian keterangan persnya, Jokowi turut memuji pasangan lawannya, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Ia mengatakan pasangan calon tersebut merupakan putra-putra terbaik bangsa.

“Beliau juga sama seperti kami, ingin berjuang demi kemajuan bangsa ini. Sekali lagi sebarkan kegembiraan selama proses demokrasi. Mari lah kita menatap masa depan Indonesia dengan penuh optimisme, karena kita adalah bangsa yang besar,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi-Ma'ruf Amin Mendatangi RSPAD Gatot Subroto Untuk Tas Kesehatan

Jokowi-Ma’ruf Amin Mendatangi Rumah Sakit Gatot Subroto Untuk Tas Kesehatan

Jokowi-Ma’ruf Amin Mendatangi Rumah Sakit Gatot Subroto Untuk Tas Kesehatan

Usai pendaftaran, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon presiden dan calon wakil presiden sebagai tahap selanjutnya. Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin menjadi pasangan pertama yang mengikuti pemeriksaan hari ini, Minggu (12/8).

Persiapan dilakukan sejak pukul 06.00 WIB, sedangkan keduanya akan mulai diperiksa pada pukul 08.00 WIB. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari mengatakan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh calon presiden dan wakil presiden sebelum menjalani tes kesehatan.

KPU sebelumnya telah menentukan, pemeriksaan kesehatan bagi pasangan capres-cawapres akan dilakukan di Medical Check Up (MCU) RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Arief mengatakan tes kesehatan akan meliputi pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga organ dalam.

Salah satunya, menjalani puasa selama delapan jam sebelum akhirnya mereka mulai menjalani rangkaian tes pemeriksaan.

KPU tak memperbolehkan capres-cawapres melakukan pemeriksaan kesehatan sendiri. Pemeriksaan kesehatan hanya akan dilakukan sekali. Pada tahapan ini capres-cawapres akan diperiksa mata, telinga, gigi, hingga organ dalam. Selain itu juga akan ada pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta bebas penyalahgunaan narkotika.

Berdasarkan aturan, capres dan cawapres harus sehat secara jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas. Standar pemeriksaan kesehatan ini ditentukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hal ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 pasal 28 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Aturan rinci terkait pemeriksaan tersebut terdapat pada SK KPU Nomor 1004 Tahun 2018 tentang Panduan Teknis Penilaian Kemampuan Rohani dan Jasmani Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Dalam Pemilu 2019.

Jokowi Dan Ma’ruf Tampak Bahagia Serta Kompak Diantar Anak Bungsu Ke RSPAD

Jokowi Dan Ma’ruf Tampak Bahagia Serta Kompak Diantar Anak Bungsu Ke RSPAD

Jokowi Dan Ma’ruf Tampak Bahagia Serta Kompak Diantar Anak Bungsu Ke RSPAD

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo dan Ma’ruf Amin tampak memasuki pelataran ruang medical check up RSPAD Gatot Soebroto sekira pukul 08.00, Minggu (12/8). Mereka dijadwalkan akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Jokowi dan Ma’ruf tampak kompak mengenakan pakaian serba putih. Jokowi mengenakan kemeja putih yang menjadi ciri khasnya, sedangkan Ma’ruf tetap dengan identitasnya sebagai ulama.

Kompak Berpakaian Serba Putih

Jokowi dan Ma’ruf Amin melemparkan senyum dan menghampiri awak media. Mereka kompak mengenakan pakaian serba putih. Jokowi tampak memakai kemeja putih dengan corak warna terang bertuliskan “Bersih merakyat kerja nyata”. Sementara, Ma’ruf Amin memakai baju putih berlapis sorban putih, kacamata, dan songkok hitam.

Ditemani Putra-Putri Bungsu

Selain didampingi oleh parpol pendukung, Jokowi dan Ma’ruf Amin juga didampingi oleh putra-putri bungsu mereka. Tak lama setelah turun dari mobil, putra Jokowi, Kaesang Pangarep tampak menghampiri. Senada dengan ayahnya, dia mengenakan kaus berwarna putih.

Tak ada kalimat yang diucapkan, hanya melempar senyum pada awak media. Sementara, putri bungsu Ma’ruf Amin, Siti Haniatunnisa tampak menyempil di belakang Jokowi dan Ma’ruf Amin. Dia mengenakan baju dan jilbab berwarna krem.

Jokowi Dan Ma’ruf Amin Berpuasa 8 jam

Terkait persiapan, keduanya mengaku telah berpuasa sesuai ketentuan yang berlaku. “Persiapannya ya kami ikuti aturan saja. Ikut proses. Iya persiapannya puasa dari semalam. Belum (minum air putih),” ujar Jokowi sambil melempar senyum. Ma’ruf Amin juga menyatakan hal yang sama. “Puasa juga. Mengikuti proses yang ada. Saya didampingi putri bungsu,” kata Ma’ruf.

Setelah Bebas, Ahok Akan Ikut Kanpanye Bersama Jokowi Dan Ma’ruf Amin

Setelah Bebas, Ahok Akan Ikut Kanpanye Bersama Jokowi Dan Ma’ruf Amin

Setelah Bebas, Ahok Akan Ikut Kanpanye Bersama Jokowi Dan Ma’ruf Amin

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyebut telah saling berkirim surat dengan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terkait Pilpres 2019. Ahok disebut Luhut bakal mendukung dan akan ikut kampanye untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ada yang bilang ke saya Pak Ahok marah (karena Jokowi pilih Ma’ruf Amin), kemarin beliau tulis surat ke saya bilang setelah saya keluar penjara saya pengin ikut kampanye capres-cawapres,” kata Luhut saat sambutan dalam deklarasi purnawirawan TNI tergabung dalam #Cakra19 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/8).

Mendengar pernyataan Luhut, para pendukung Ahok yang juga hadir di deklarasi dukungan purnawirawan TNI untuk Jokowi-Maruf bertepuk tangan. “Hore-hore,” sambut hadirin.

Luhut juga sebelumnya mengaku telah menerima surat dari Ahok terkait dukungannya untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin. Jadi enggak ada Ahoker yang marah, saya pikir kemarin Amalia (Ayuningtyas) dan Singgih juga sudah bertemu dengan Pak Ahok, mereka mengatakan saya mendukung Pak Ma’ruf Amin.

Jadi kita melihat dari positifnya semua mendukung, untuk kebaikan NKRI. NKRI itu harga mati,” tandasnya.  Kabar soal Ahok dan relawannya tak mendukung Jokowi di 2019 itu terkait kasus penistaan agama yang menimpa Ahok.

Ahok dinyatakan bersalah oleh pengadilan, setelah adanya fatwa MUI yang dipimpin Ma’ruf Amin bahwa Ahok pernyataan Al-Maidah ayat 51 salah. Ma’ruf juga pernah menjadi saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk meyakinkan bahwa Ahok bersalah.  Ahok saat ni masih menjalani hukuman 2 tahun penjara di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

Ahok sendiri sudah dinyatakan bisa mendapat pembebasan bersyarat pada Agustus 2018. Namun, mantan orang nomor satu di DKI Jakarta itu ingin menjalani hukumannya sampai tuntas dan menolak pembebasan bersyaratnya.

 

Tak Kecewa, Jokowi Dodo Memilih Ma’ruf Amin Sebagai Calon Wakil Presidennya

Tak Kecewa, Jokowi Dodo Memilih Ma’ruf Amin Sebagai Calon Wakil Presidennya

Tak Kecewa, Jokowi Dodo Memilih Ma’ruf Amin Sebagai Calon Wakil Presidennya

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak kecewa dengan pilihan Joko Widodo atau Jokowi yang menunjuk Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya. Ia tidak kecewa, kalau kaget sedikit karena telah mendapatkan calon wakil presiden baru.

Jokowi adalah pendobrak kebekuan tradisi politik lama yang puluhan tahun dimonopoli para ningrat politik nasional,” ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Adapun Mahfud MD dimata PSI adalah tokoh yang berpengalaman dalam memimpin, teruji secara integritas, dan merupakan salah satu tokoh agama yang bisa diterima semua kalangan.

Apalagi, Mahfud juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, anggota DPR, dan pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

“Pak Mahfud ini paket komplet, saya mengenal beliau sebagai orang yang tegas dan jujur,” ujar Grace. Meski akhirnya Mahfud MD tak dipilih sebagai cawapres, Grace menegaskan PSI akan tetap mendukung Jokowi.

Nama Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi menguat di H-1 pendaftaran calon presiden. Mahfud bahkan sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk mengurus surat tak terkait masalah pidana di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

Bahkan Mahfud berada di lokasi yang tak jauh dari pertemuan ketua umum partai koalisi dengan Jokowi di restoran Plataran, Menteng. Namun nama yang keluar dari pertemuan itu rupanya Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin.

Grace mengatakan, PSI memahami situasi pelik yang dialami Jokowi pada detik-detik terakhir pengambilan keputusan soal calon wakil presidennya.

Politikus Partai Nasional Demokrat, Taufiqul Hadi, tidak menampik jika sosok Ma’ruf Amin mempunyai sisi lemah dalam menjaring dukungan pemilih milenial. Namun kelemahan itu bisa ditutupi oleh Jokowi. Partai koalisi, kata Taufiq akan bertumpu pada Jokowi untuk mendulang suara pemilih milenial. “Untuk suara milinial akan dicover oleh sosok Pak Jokowi,” ujar Taufiq.

Sebab, usia Jokowi masih tergolong muda untuk posisi kepala negara. Hal itu ditunjang penampilan Jokowi yang beberapa kali memakai jeans, bahkan sepeda motor modifikasi. Ia yakin penampilan Jokowi mampu menutupi sisi senioritas Ma’ruf Amin.

Jokowi Dodo Telah Menyiapkan 3 Desain Baju Untuk Kontestasi Pilpres 2019

Jokowi Dodo Telah Menyiapkan 3 Desain Baju Untuk Kontestasi Pilpres 2019

Jokowi Dodo Telah Menyiapkan 3 Desain Baju Untuk Kontestasi Pilpres 2019

Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi tampil mencolok saat ia mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019 di Gedung Joang 45, pagi tadi. Jokowi hadir mengenakan kemeja putih lengan panjang bertuliskan ‘Bersih, Merakyat, Kerja Nyata’.

Celana panjang hitam dan sneakers melengkapi penampilannya. Sekretaris Kabinet Pramono Anung bercerita asal usul baju Jokowi itu. Ia menuturkan, desain baju termasuk pilihan kata-katanya itu berasal dari ide Jokowi.

Ya memang sepenuhnya dari presiden, jadi presiden minta misalnya beberapa alternatif dibuatkan ini, itu, tapi gagasannya seribu persen dari presiden,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

Selain itu, kata Pramono, pihaknya sengaja memunculkan baju model ini agar bisa menarik perhatian generasi muda. “Ini kan era milineal, jadi baju itu harus menarik bagi siapa saja,” kata dia. Pramono menuturkan pihaknya membuat tiga model baju untuk Jokowi. Ketiganya akan dipakai bergantian oleh Jokowi.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, pihaknya berharap baju ini bisa viral dan diikuti oleh masyarakat luas seperti saat Jokowi maju di pemilihan Gubernur DKI Jakarta dengan pakaian khasnya kemeja kotak-kotak.

Jika Jokowi memang kerap memakai pakaian yang sengaja ia buat sendiri, maka berbeda dengan calon wakil presidennya, Ma’ruf Amin, yang kerap mengenakan busana muslim seperti kopiah dan sarung. Menurut Pramono, pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan membuat pin bertuliskan kata-kata yang sama dengan baju Jokowi.

4 Fakta menarik di Balik Pencalonan Prabowo-Sandiaga

4 Fakta menarik di Balik Pencalonan Prabowo-Sandiaga

4 Fakta menarik di Balik Pencalonan Prabowo-Sandiaga

Presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah memilih sosok cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Mereka adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sebelum keduanya terpilih, masing-masing partai pengusung Jokowi dan Prabowo menyodorkan beberapa nama.

Kubu mantan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengerucut ke sembilan nama. Salah satunya ada nama Mahfud MD. Sementara, dari kubu mantan Danjen Kopassus Prabowo, beberapa nama sempat diusulkan oleh empat partai pengusungnya. Sebut saja Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat, Anies Baswedan, Sandiaga Uno dari Partai Gerindra, lalu ada Ustaz Abdul Somad hasil dari Ijtima Ulama.

Diakuinya, membangun suatu koalisi tidak mudah. Namun, akhirnya hati Prabowo mengatakan, Sandiaga Uno-lah orang yang tepat untuk mendampinginya sebagai cawapres di Pilpres mendatang.

Penolakan Demokrat

Demokrat sempat menolak pilihan Prabowo yang jatuh kepada Sandiaga. Pernyataan tersebut menyusul pertemuan antara mantan Danjen Kopassus itu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Kamis, 9 Agustus 2018. Satu hari jelang pendaftaran Pilpres di KPU ditutup. Dalam akun Twitternya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut alasan SBY menolak Wakil Anies Baswedan itu.

Sikap Partai Demokrat sampai pukul 22.30 malam ini adalah menolak pencawapresan Sandi Uno karena melanggar etik koalisi berasal dari partai Gerindra, sama dengan capres Prabowo dan belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY karena PAN dan PKS menolak.

Sandi Diminta Keluar dari Gerindra

pemilihan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo di Pilpres 2019 juga sempat terganjal oleh penolakan PAN sebagai partai pengusung. Bertempat di kediman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo mengungkapkan alasannya. Ganjalan PAN merestui Sandiaga adalah asal partainya. Drajad mengisyaratkan agar Sandiaga keluar dari Partai Gerindra jika ingin mendapatkan tiket cawapres mendampingi Prabowo.

Demokrat Bergabung

Meski sempat dikecewakan terhadap sikap atau pilihan Prabowo terhadap Sandiaga, Partai Demokrat besutan SBY akhirnya tetap mendukung Prabowo pada Pilpres 2019. Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, Demokrat sempat merasa kecewa.

Prabowo tak tinggal diam saat itu. Komunikasi politik terus menerus dilakukannya. Bahkan sampai sebelum deklarasi, Mantan Danjen Kopassus itu masih mengunjungi rumah SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, hingga menjelang dini hari tadi kesediaan Demokrat untuk bergabung dalam koalisi tak kunjung diterima.

Didukung

Prabowo Subianto mengaku sangat tersanjung dengan keputusan yang telah diambil oleh Partai Demokrat untuk mendukung dirinya bersama Sandiaga Pilpres mendatang. Menurut mantan Danjen Kopassus itu, keputusan tersebut diambil oleh Partai Demokrat dan SBY, karena memiliki jiwa besar demi kemaslahatan bangsa Indonesia.

Beliau adalah panutan kita beliau adalah orang yang berjiwa besar sebagaimana kita ketahui saya kira Partai Demokrat tentu berharap kadernya AHY demikian PAN berharap Pak Zulhas atau Amien Rais, PKS juga berharap tokohnya, tapi mereka semua berkorban demi negara dan bangsa,” ujar Prabowo.

Chairul Tanjung Akan Masuk Tim Ekonomi Jokowi-Ma'ruf Amin

Chairul Tanjung Akan Masuk Tim Ekonomi Jokowi-Ma’ruf Amin

Chairul Tanjung Akan Masuk Tim Ekonomi Jokowi-Ma’ruf Amin

Politikus Nasdem Taufiqulhadi menyatakan, untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi di Indonesia, dibutuhkan tim pendukung kerja pasangan Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dia menyebut nantinya tim Jokowi akan menggandeng pihak yang paham mengenai permasalahan ekonomi. “Misalnya untuk ekonomi umat ada cawapres Ma’ruf Amin, selain itu salah satu yang akan masuk menjadi tim Pak Jokowi adalah Pak Chairul Tanjung.

Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci peran CT sapaan Chairul Tanjung, dalam tim ekonomi tersebut.

Taufiqulhadi hanya menyatakan sosok Ma’ruf dapat melengkapi konsep ekonomi umat yang diusung Jokowi.

Tak hanya itu, dia menyebut permasalahan ekonomi yang akan digerakkan yakni ekonomi mikro umat. Konsep itu akan memudahkan masyarakat menengah ke bawah untuk mengakses perbankan.

“Ini peranan Ma’ruf Amin menjadi penting dalam upaya membangun ekonomi umat. Karena dia paham betul membangun ekonomi umat. Namun, Jokowi telah resmi menggandeng Rais Aam PBNU, Ma’ruf Amin sebagai calon wakil Presiden.

Bersama Ma’ruf, Jokowi akan memperkuat ekonomi umat apabila terpilih nanti di periode kedua pemerintahannya.

“Kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat,” kata Jokowi dalam pidatonya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Jumat 10 Agustus.

Menurut Jokowi, Ma’ruf memiliki rekam jejak dan pengalaman yang lengkap. Tak hanya di pemerintahan, kata Jokowi, Ma’ruf Amin juga mengetahui tentang permasalahan ekonomi.

Ma'ruf Amin Tunggu Waktu Untuk Temui Jusuf Kalla

Ma’ruf Amin Tunggu Waktu Untuk Temui Jusuf Kalla

KH Ma’ruf Amin tengah menggelar pertemuan dengan PPP dan Golkar, setelah melakukan pendaftaran capres cawapres bersama Joko Widodo di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat hari ini. Setelah pertemuan tersebut, Ma’ruf juga sudah berencana akan melakukan pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla (JK).

Pagi tadi, Joko Widodo bersama dengan KH Ma’ruf Amin sudah resmi mendaftarkan diri sebagai capres cawapres pilpres 2019. Dalam orasinya, Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menciptakan pemilu yang berlangsung dengan aman dan tertib.

Baca juga : Massa Pendukung Prabowo Teriakkan Ganti Presiden

“Ya saya nanti akan menemui beliau (JK),” kata Ma’ruf kepada wartawan di DPP Golkar, Jl. Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat 10 Agustus 2018. Soal kapan waktu pertemuan, Ma’ruf menyebut jadwal segera diatur.

“Nanti diatur, siapa nanti ada yang mengatur, jangan sampai saya datang, beliaunya nggak ada lagi,” katanya. JK sedang mempertimbangkan untuk bergabung tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ya tentu sedang kita pertimbangkan segala hal, tapi saya tetap menjanjikan untuk membantu Pak Jokowi. Jadi sedang kita pertimbangkan bagaimana caranya,” kata JK di kantor Wapres.

Selanjutnya, Bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin akan menjalani tes kesehatan pada Minggu, 12 Agustus 2018. Ma’ruf mengaku tidak memiliki persiapan khusus. KPU memang telah menentukan jadwal tes kesehatan bagi pasangan capres dan cawapres. Untuk Jokowi dan Ma’ruf dijadwalkan pada Minggu, 18 Agustus 2018. “Nggak (persiapan). Pokoknya apa adanya saja,” ucap Ma’ruf di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat.

Sedangkan untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dijadwalkan pada Senin, 13 Agustus 2018. Tes kesehatan bakal digelar di RSPAD Gatot Soebroto. Standar pemeriksaan kesehatan itu disebut KPU ditentukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang kemudian diterjemahkan KPU dalam surat keputusan.

Pendaftaran Capres cawapres hari tidak begitu ramai, namun sedikit memberikan aura panas di Pilpres 2019 kali ini. Rentetan deklarasi dan pendaftaran capres/cawapres 2019 oleh Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah usai. Masing-masing kubu memiliki warna-warna tersendiri saat deklarasi dan pendaftaran Pilpres di KPU. Usai melakukan orasi, kedua kubu saling melakukan rapatnya masing-masing untuk persiapan tes kesehatan yang sudah diberitakan oleh KPU