3 Alasan Mahfud Md Bersedia Jadi Cawapres Jokowi

3 Alasan Mahfud Md Bersedia Jadi Cawapres Jokowi

Sepertinya Mahfud Md adalah pilihan Jokowi untuk dijadikan cawapres pendamping. Mahfud mempunyai 3 alasan, atas kesediaannya mendampingin bakal capres bertahan ini. Sepertinya bocoran cawapres Jokowi ini sudah menggema dimana-mana.

Mahfud diminta menjadi cawapres secara resmi pagi tadi. Dia lalu menyiapkan kemeja putih untuk deklarasi sore ini. “Itu favoritnya (Pak Jokowi),” ucapnya. Jokowi-Mahfud Md rencananya dideklarasikan sore ini. Keduanya akan mendaftar esok hari.

Sebelumnya, Mahfud tengah di tanya oleh wartawan terkait bersediannya menjadi pendamping Jokowi di kursi negara. Alasan yang pertama yakni sebagai panggilan sejarah, karena Mahfud menyebut dirinya sebagai aktivis. Kemudian alasan kedua dikarenakan kepercayaan Jokowi terhadap dirinya. Sedangkan alasan ketiga yaitu elekbilitas Jokowi yang sangat besar untuk dapat menang di Pilpres 2019.

Jokowi sore ini dijadwalkan bertemu dengan ketum parpol koalisi di restoran Plataran Menteng. Setelah itu, Jokowi akan mengumumkan nama cawapresnya di Tugu Proklamasi.

Jokowi akan mendaftar ke KPU besok. Rencananya, Jokowi akan berangkat dari Gedung Joang menuju KPU. Mahfud Md memastikan jadi cawapres Joko Widodo. Baginya, ini adalah panggilan sejarah.

Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panas bagi para parpol. Mengingat besok adalah hari terakhir penutupan pendaftaran pilpres 2019, dipastikan polisi akan terlibat untuk mengamankan kantor KPU untuk antisipasi kericuhan para pendukung.

Usai Kunjungan Prabowo, SBY Gelar Rapat Darurat

Usai Kunjungan Prabowo, SBY Gelar Rapat Darurat

Usai kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Demokrat langsung menggelar ‘rapat darurat’ yang dihadiri juga oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rapat darurat tersebut sepertinya sangat tertutup. Para elite Partai Demokrat seperti Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin serta Juru Bicara (jubir) Partai Demokrat Imelda Sari juga terlihat keluar dari rumah SBY waktu itu.

Prabowo Subianto irit bicara soal Pilpres 2019 setelah bertemu dengan SBY. Soal Sandiaga Uno yang dikabarkan jadi cawapresnya, Prabowo masih terus memusyawarahkannya.

Pantauan di lokasi, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 9 Agustus 2018, tampak beberapa elite PD merapat secara bergelombang ke kediaman SBY. Mereka yang datang di antaranya Wakil Ketua Majelis Tinggi PD EE Mangindaan, Sekretaris Majelis Tinggi PD Amir Syamsuddin, dan Andi Mallarangeng.

Andi tiba pada pukul 12.06 WIB. Andi tak melempar pernyataan. Dia hanya melambaikan tangan ke arah wartawan dan masuk ke kediaman SBY. Sementara itu, Amir memberi keterangan soal kedatangannya ke kediaman SBY.

Sebelum Andi, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean serta Sekjen PD Hinca Pandjaitan sudah terlebih dahulu berada di kediaman SBY. Ferdinand mengatakan isi pertemuan SBY-Prabowo belum bisa disampaikan ke publik.

Dalam rapat darurat tersebut Prabowo tidak banyak berbicara tentang pilpres 2019. Kemudian tentang Sandiaga Uno yang telah dikabarkan menjadi cawapresnya, Prabowo menjawab hal tersebut masih terus di musyawarahkan. Sepertinya rapat yang gelar dadakan ini akan membahas terkait koalisi Gerindra-Partai Demokrat, disela masuknya Sandiaga Uno.

Bawaslu Menelusuri Mahar Sandiaga Uno Ke-PAN-PKS

Bawaslu Menelusuri Mahar Sandiaga Uno Ke-PAN-PKS

Tudingan pemberian mahar Rp 500 M Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS kini telah ditelusuri oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Penelusuran terkait hal tersebut guna mencari kebenaran kabar yang beredar dari kalangan politikus parpol yang menyatakan akan kebenaran kasus mahar Sandiaga.

“Jadi berdasarkan apa yang ada Bawaslu akan melakukan penelusuran terhadap kebenaran berita tersebut apakah memang benar adanya dugaan seperti itu,” ujar Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis 9 Agustus 2018.

Fritz meminta pihak yang mengetahui hal tersebut dapat melaporkan pada Bawaslu. Sehingga menurutnya Bawaslu dapat mendapatkan informasi secara komprehensif.

“Kami kan dari Bawaslu mengharapkan kepada pihak yang mengetahui, apabila memang ada usaha dari parpol untuk menerima atau menerima imbalan dari seorang paslon untuk meminta dana atau imbalan kepada parpol. Apabila ada para pihak yang mengetahui kami sangat mengharapkan kehadirannya untuk ke Bawaslu,” kata Fritz.

“Sehingga saat di Bawaslu melakukan sebuah klarifikasi kami dapat mendapatkan sebuah informasi secara konprehensif,” sambungnya. Sebelumnya diberitakan, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyebut Sandiaga menyetor Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo. “Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” ujar Andi kepada wartawan.

Pernyataan tersebut kini tengah membuat Bawaslu untuk melakukan penyidikan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kini sedang menjadi incaran Bawaslu untuk dilakukan pemeriksaan secara garis hukum Undang-Undang yang berlaku. Jika memang terbukti akan kebenaran mahar tersebut, Bawaslu akan mengirimkan berkas kepada KPK untuk ditindak lanjuti lebih dalam sesuai hukum.

Hatta Rajasa Tinggalkan Rumah SBY Tanpa Kata

Hatta Rajasa Tinggalkan Rumah SBY Tanpa Kata

Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa telah merespon tudingan uang Rp 500 Milyar yang disodorkan Sandiago Uno terkait Pilpres 2019. Hatta Rajasa meninggal kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung kerumah SBY. Hatta datang dengan semangat perjuangan, namun tiba saat meinggalkan rumah mantan presiden tersebut dengan tanpat kata.

Hatta meninggalkan rumah SBY pada pukul 22.53 WIB. Hatta tak memberikan pernyataan terkait pertemuan sejak pukul 22.08 WIB itu. Intensitas pertemuan politik meningkat malam ini. Dinamika yang terbaru dari koalisi Pilpres 2019 adalah munculnya pernyataan Wasekjen PD Andi Arief. Andi Arief meluapkan kekecewaannya terhadap sikap ketum Gerindra Prabowo Subianto.

“Baru tadi malam Prabowo datang dengan semangat perjuangan. Hanya hitungan jam dia berubah sikap karena uang,” kata Andi saat dihubungi. Ketum PAN Zulkifli Hasan merespons tudingan duit Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno terkait Pilpres. Zulkifli menyebut tudingan elite Demokrat Andi Arief sampah.

“Itu apa perlu dibahas sesuatu yang nggak ada? Ya, nggak usah dibahaslah. Itu bisa dikatakan apa tuh, sampah kan, hoax. Mending ngomong capres sajalah,” ujar Zulkifli di depan kediaman Prabowo Subianto di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 8 Agustus 2018.

Zulkifli menegaskan pembahasan utama saat ini adalah kepastian koalisi. Zulkifli tak menjawab lugas saat ditanya nama Sandiaga Uno yang ditawarkan sebagai cawapres alternatif Prabowo.

Kedatangan mantan Ketum PAN kerumah SBY berawal dari pembahasan koalisi yang akan dibuat oleh kedua pimpinan parpol tersebut. Namun ditengah pembahasan pilpres cawapres 2019, Hatta menanggapi mahar politik terkait cawapres sebesar Rp 500 milyar tersebut. Pembahasan ini yang membuat Hatta Rajasa langsung meninggalkan rumah SBY malam itu.

Prabowo Minta Koalinya Merapat Besok

Prabowo Minta Koalinya Merapat Besok

Sejumlah sekjen parpol koalisi Prabowo Subianto kini sedang mematangkan rencana yang akan dibawa saat pendaftaran Pilpres 2019 nanti. Rapat antara Prabowo dengan sekjen parpol koalisinya bisa dibilang hampir setiap hari, namun belum juga mendapatkan kepastian.

Gerindra, Demokrat, PAN, PKS terus mematangkan koalisi, meski PAN hingga kini menyatakan belum mengambil sikap resmi terkait Pilpres 2019. Andre menyebut, para pimpinan partai itu ditargetkan akan berkumpul besok Rabu, 8 Agustus 2018.

Forum Sekjen terus bertemu. Menurut info, sudah sekitar 80% visi dan misi sudah hampir selesai. Harapannya hari ini bisa selesai, ungkap anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade. Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Dia menyebut para ketum Koalisi Prabowo bersiap bertemu untuk mematangkan kerja sama.

“Kan forum sekjennya sudah rutin bertemu nih. Nanti kalau hal-hal yang menjadi tanggung jawab forum sekjen itu sudah selesai, maka pasti akan melaporkan ke ketua umum masing-masing. Barulah nanti kemudian antar ketua umum bertemu,” jelas Jansen di Restoran Raden Bahari, Jalan Buncit Raya No 135, Mampang, Jakarta Selatan, Senin 6 Agustus 2018 tadi.

Forum sekjen Koalisi Prabowo bertugas untuk membahas persoalan teknis dan administrasi. Pertemuan para sekjen parpol pendukung Prabowo itu kini dilakukan diam-diam tanpa diketahui lokasinya. Sebelumnya diberitakan, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengungkap kandidat cawapres Prabowo mengerucut ke dua nama. Namun dia tak mengungkap kedua nama tersebut.

Kini sudah ada dua nama cawapres yang akan dipilih untuk menjadi pendamping Prabowo di Pilpres 2019 nanti. Sepertinya kali ini Ketua Umum Partai Gerindra sudah mengerucutkan soal pemilihan cawapresnya di rapat yang akan dilakukan besok Rabu.

Kunjungan Sekjen Demokrat Kerumah Prabowo

Kunjungan Sekjen Demokrat Kerumah Prabowo

Setelah kedatangan Ketuta Umum PAN Amien Rais yang berkunjung ke rumah Prabowo Subianto, kini giliran Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan yang datang di kediaman Ketua Umum Gerindra tersebut Jumat 3 Agustus 2018 dua hari yang lalu.

Hinca merapat dirumah Prabowo dengan menggunakan sebuah mobil Nissan Elgrand, bernomor polisi B-948-RIL. Telihat ada kehadiran dari beberapa elite Partai Gerindra di rumah Prabowo seperti Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiyono dan Rachmawati Soekarnoputri.

Seperti diketahui, hingga saat ini koalisi Prabowo memang belum sepakat mengenai cawapres. PKS mendorong Prabowo berpasangan dengan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri, sementara PAN meng-endorse Ustaz Abdul Somad. Demokrat memang menyatakan tidak menuntut jatah cawapres, tapi nama kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diusulkan jadi cawapres Prabowo.

Informasi yang dihimpun, salah satu partai dikabarkan mengancam akan keluar dari koalisi bila jagoannya tak jadi pendamping eks Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Gerindra selalu menyatakan empat partai ini solid untuk maju bersama melawan koalisi pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Kedatangan Hinca kerumah Prabowo merupakan salah satu langkah untuk memastikan siapa yang akan duduk di kursi cawapres 2019 nanti. Mengingat penutupan pendaftaran capres dan cawapres kurang lima hari lagi yakni hari Jumat, 10 Agustus 2018 tepat pada pukul 24.00 WIB, maka Sekjen Demokrat sengaja datang untuk deal kan cawapres. Sebelum kedatangannya, Hinca sudah rapat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungan koalisinya dengan Gerindra.

Demokrat Sindir Prabowo Terkait Cawapres

Demokrat Sindir Prabowo Terkait Cawapres

Hingga hari ini, koalisi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih juga belum ada kepastian terkait nama yang akan duduk di kursi cawapres. Kemudian Partai Demokrat meminta kepada partai-partai pendukung Prabowo untuk tidak memaksakan kehendak memilih salah satu tokoh sebagai pendamping Prabowo. Pasalnya sebelumnya Prabowo sudah berkoalisi dengan Demokrat untuk menawarkan Kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres Prabowo.

Hingga saat ini, koalisi Prabowo memang belum deal mengenai cawapres. PKS mendorong Prabowo berpasangan dengan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri, sementara PAN meng-endorse Ustaz Abdul Somad. Demokrat memang menyatakan tidak menuntut jatah cawapres, namun nama kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diusulkan jadi cawapres Prabowo.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand menyebut pihaknya menyerahkan soal cawapres kepada Prabowo. Dia meminta partai koalisi yang lain melakukan hal yang sama. Informasi yang dihimpun, salah satu partai dikabarkan mengancam akan keluar dari koalisi bila jagoannya tak jadi pendamping eks Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Gerindra selalu menyatakan empat partai ini solid untuk maju bersama melawan koalisi pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Hanya, PAN menyatakan belum memutuskan sikap meski kerap melangsungkan pertemuan dengan Gerindra cs. PAN masih menunggu hasil rakernas yang akan digelar awal pekan depan.

PAN melihat Prabowo masih meragukan semua anggota koalisinya, sehingga dia belum memberikan kepastian tentang nama cawapres yang akan dipilih di Pilpres Cawapres 2019 ini. Karena menurutnya, Prabowo terlalu banyak menwarkan ke satu-satu parpol di koalisinya untuk dijadikan cawapresnya nanti.

Tifatul Sembiring Minta Ketegasan Prabowo

Tifatul Sembiring Minta Ketegasan Prabowo Terkait Cawapres

Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring meminta kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menyebut penentuan cawapres dengan mengikuti rekomendasi Ijtima Ulama, serta meminta ketegasan Prabowo untuk segera menyebut salah satu nama cawapresnya.

“Pak Prabowo belum jawab-jawab. Dulu kan mau dijawab sebelum ramadan, ditunda ramadan biar bulan baik. Kita nunggu, habis itu habis lebaran, pilkada, sudah selesai pilkada. Kita minta Pak Prabowo ketegasan, jadi apa nggak? bukan minta sedekah ini,” kata Tifatul saat dihubungi Sabtu 4 Agustus 2018 tadi.

PKS menurut Tifatul sudah menunggu cukup lama terkait keputusan cawapres Prabowo. PKS juga mengiyakan keinginan sejumlah pihak untuk lebih dulu menanyakan ke ulama soal cawapres. Karena itu, Tifatul ingin Prabowo mengambil keputusan segera. Sebab waktu pendaftaran capres-cawapres di KPU sudah mulai dibuka hari ini hingga 10 Agustus pekan depan. Jika tidak ada kepastian dari Prabowo, PKS yang akan lebih dulu keluar dari koalisi Gerindra.

Bila Prabowo memutuskan cawapres di luar rekomendasi ijtimak ulama, PKS akan menindaklanjutinya. Karena menurut Tifatul, Prabowo sudah sering menanyakan kepada Ijtima Ulama terkait nama-nama cawapres. Namun Prabowo tidak tegas dalam memilih cawapresnya.

Hal ini yang membuat Tifatul Sembiring geram, karena tidak ada kepastian dari pilihan Prabowo untuk cawapres pendampingnya. Jika pada akhirnya Prabowo tidak memilih salah satu dari rekomendasi Ijtima Ulama, Tifatul akan membawa pernyataan tersebut menjadi perkara politik.

PAN tidak hadiri undangan

PAN Tak Hadiri Undangan Presiden Jokowi

Dalam acara makan malam Presiden Joko Widodo bersama dengan sembilan sekjen parpol koalisi pendukungnya di Pilpres 2019, PAN tidak ikut menghadiri acara undangan Presiden tersebut. Ketidak hadiran PAN di acara makan malam tersebut mencuat sejuta tanda tanya.

Karena saat itu, para parpol yang menghadiri acara undangan Jokowi antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen NasDem Johnny G Plate, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Sekjen NasDem Johnny G Plate menyebut sekjen-sekjen parpol yang diundang berasal dari partai yang sudah menyatakan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. PAN hingga kini belum menyatakan sikap resmi dan belakangan kerap berkomunikasi dengan kubu Gerindra-PKS.

Meski begitu, Johnny mengatakan hingga saat ini PAN masih berada di Kabinet Kerja. Terdapat satu kader PAN di kabinet pemerintahan Jokowi.

Sementara itu, diketahui Sekjen PAN Eddy Soeparno, di saat yang sama, sedang ikut pertemuan bersama Gerindra-PAN-PKS di kediaman Maher Algadri di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan. Ketum PAN Zulkifli Hasan juga hadir dalam pertemuan yang membahas koalisi itu.

Eddy sempat menyatakan dirinya tak diundang dalam pertemuan Jokowi dengan sekjen-sekjen parpol koalisi. Pernyataan tersebut sempat dijawab oleh beberapa paropol lain yang hadir, karena memang saat itu sudah ada surat undangan untuk hadir.

PAN tidak menghadiri, sedangkan sejumlah parpol datang memenuhi panggilan Jokowi untuk makan malam di Grand Garden Cafe, kompleks Kebun Raya Bogor, Selasa 31 Juli 2018 malam.

Relawan Milenial Siap Dukung Jokowi

Pilpres 2019, Relawan Milenial Siap Dukung Jokowi

Joko Widodo akan kembali didukung untuk menjadi presiden di Pilpres 2019 nanti. Dukungan kuat tersebut muncul dari ratusan pemuda Relawan Milenial yang beroptimis bahwa Joko Widodo akan menjadi presiden RI dua periode.

Sabtu 28 Juli 2018 di Gedung Balai Kartika Bikasoga Bandung, ada sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Relawan Jokowi Muda Indonesia secara resmi mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi.

Dwi mengatakan generasi milenial merupakan faktor penting dalam mendapatkan suara. Selama ini, generasi milenial seakan enggan berpartisipasi dalam kancah perpolitikan di Indonesia.

Kehadiran relawan Jokowi muda, sambung dia, diklaim dapat menjadi jembatan untuk mempengaruhi milenial menggunakan hak suaranya. Kehadiran relawan Jokowi Muda ini juga sekaligus untuk mengcounter isu-isu miring yang dialamatkan kepada Jokowi. Salah satu caranya, para relawan akan bergerak dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang Jokowi dengan prestasinya.

Relawan Jokowi Muda Indonesia ini merupakan anak dari Relawan Jokowi (ReJo) yang diketuai oleh politisi Partai Demokrat Darmizal. Pria yang sempat menduduki jabatan strategis sebagai Wakil ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat ini sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan ReJo.

Dalam acara tersebut, mereka mendeklarasikan tentang perlunya ReJo ini untuk hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan dukungan penuh kepada Joko Widodo agar menjadi presiden kembali di periode berikutnya.

Selain memberikan dukungan, mereka juga mencegah dan akan memberi tahu tentang berita-berita miring Jokowi yang sebenarnya adalah salah satu cara untuk menjatuhkan Jokowi. Kita haru bisa membuka mata untuk melihat dan menyaksikan kinerja Jokowi tentang pembangunan negeri ini.