Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Polisi yang Selundupkan Penonton Tanpa Tiket ke GBLA Diperiksa Propam

Oknum anggota Polri berinisial Brigadir Er, yang diduga menyelundupkan sejumlah penonton tanpa tiket masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung, diperiksa Propam Polrestabes Bandung. Brigadir Er terancam sanksi administratif.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, Brigadir Er pada Sabtu 22 Juli 2017, berjaga di pintu O, Tribun Timur Stadion GBLA Kota Bandung, saat pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Dia beralasan terpaksa memasukkan penonton tanpa tiket karena mereka teman-teman anaknya.

Meski begitu, tindakan Brigadir Er melanggar disiplin. Bridgadir Er juga dinilai bisa jadi memasukkan banyak orang. Karena itu, Polrestabes Bandung memberikan tindakan tegas teterhadap yang bersangkutan. Sanksi yang diterima tergantung tingkat kesalahannya, bisa berupa teguran, mutasi, penundaan kenaikan pangkat, dan pemberhentian secara tidak hormat.

“Saat ini, Brigadir Er sedang diperiksa intensif oleh Propam. Pemeriksaan masih berlangsung dan sidang disiplin akan digelar paling lambat minggu ketiga Agustus ini. Kami tidak pandang bulu terhadap siapa pun pelaku pelanggaran,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (4/8/2017).

Disinggung mengenai perwira yang memimpin penjagaan di pintu O GBLA, Hendro mengemukakan, pengamanan setiap pintu stadion memang dipimpin oleh seorang perwira. Saat itu, yang melakukan pengamanan di pintu O adalah Ipda Suk. “Ipda Suk diperiksa juga. Dia tahu atau tidak tindakan anggotanya. Kalau mengetahui tapi tidak melakukan tindakan apapun, tentu dia ikut melakukan pelanggaran,” ujar Hendro.

Diberitakan sebelumnya, aksi oknum polisi memasukkan penonton tanpa tiket ke GBLA Kota Bandung terekam video. Video berdurasi kurang lebih 40 detik diunggah melalui akun Twitter dan Instagram @officialvpc pada Selasa 25 Juli 2017 lalu.

Dalam video itu, terlihat para penonton tengah antre untuk masuk ke dalam stadion. Di sisi lain, tampak beberapa orang penonton tanpa tiket leluasa masuk ke stadion. “Oknum, oknum. Tukang tiket, asup tanpa tiket, duit duit. Itu make tiket, itu tanpa tiket, enggak seru,” kata seseorang dalam video tersebut.

Sepekan Buron, Polisi Penabrak Teman Wanitanya hingga Tewas Serahkan Diri

Sepekan Buron, Polisi Penabrak Teman Wanitanya hingga Tewas Serahkan Diri

Sepekan Buron, Polisi Penabrak Teman Wanitanya hingga Tewas Serahkan Diri

Setelah sepekan buron, oknum anggota Polantas Polsek Pangkalan Kuras, Polres Pelalawan, Riau, Aipda AP menyerahkan diri. Aipda AP sebelumnya menabrak teman perempuannya, MM (24) yang menyebabkan korban tewas karena sempat terseret.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi mengatakan, Aipda AP diamankan setelah berkeinginan menyerahkan diri dan bersedia menerima hukuman. “Kemarin dia menelpon pimpinannya, Kapolsek Panggalan Kuras untuk menyerahkan diri dan minta dijemput dari rumahnya. Kemudian anggota pun ke sana menjemput Aipda AP,” ucap AKBP Kaswandi, Selasa (18/7/2017).

Polsek Pangkalan Kuras lalu berkoordinasi dengan Polres Pelalawan terkait kasus Aipda AP. Tim Propam Polres Pelalawan pun membawa Aipda AP. “Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka langsung kami tahan,” ujarnya.

Selama pelariannya, sambung Kapolres, Aipda AP mengaku kabur ke Pekanbaru yang berjarak 1,5 jam dari lokasi tewasnya MM. Tersangka mengaku ingin menenangkan diri. “Setelah itu, dia pun balik lagi ke Pelalawan dan menyatakan menyerahkan diri,” tandasnya.

Dalam kasus ini, petugas juga menyita satu unit mobil Daihatsu Feroza yang dipakai tersangka. Diberitakan sebelumnya, MM (24), tewas akibat terseret mobil Aipda AP. Sebelum terseret mobil, korban sempat terlibat cekcok dengan AP.

Peristiwa itu berawal dari percekcokan antara korban dan Aipda AP di hotel di Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan, pada Selasa, 11 Juli 2017 sore. Keributan berlanjut hingga pelataran parkir hotel.

Aipda AP bergegas masuk ke mobil jenis jeep miliknya dan korban mengikutinya. Aipda AP tidak peduli. Dia tetap menghidupkan mesin dan mempercepat laju mobilnya. Melihat hal itu, MM memegangi kaca spion mobil korban.

Karena terus memegangi kaca spion, korban pun terseret hingga beberapa meter. Akibat lukanya yang cukup parah setelah terseret mobil, korban terjatuh. Namun saat korban terjatuh, Aipda AP membiarkannya dan pergi begitu saja tanpa memberikan pertolongan. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Di Hadapan Ratusan Wali Murid, Kapolres Kobar Minta Maaf

Di Hadapan Ratusan Wali Murid, Kapolres Kobar Minta Maaf

Di Hadapan Ratusan Wali Murid, Kapolres Kobar Minta Maaf

Jajaran Polres Kotawaringin Barat, Kalteng yang dipimpin langsung Kapolres Kobar AKBP Pria Premos menyambangi SDN 1 Kumai Hilir.

Kedatangan Kapolres untuk bertemu seluruh wali murid guna meminta maaf sekaligus memperbaiki citra Polri dimata publik, Rabu (19/7/2017).

Hal ini dilakukan pascapenganiayaan yang dilakukan Brigadir Polisi ASS terhadap bocah kelas 6, MA pada Jumat lalu. “Ini harus saya lakukan sebagai pimpinan di Polres Kobar untuk meminta maaf kepaa seluruh guru, wali murid dan para murid di SDN 1 Kumai Hilir. Apa yang dilakukan anak buah saya sudah diluar batas dan pasti akan saya beri sanksi seberat beratnya,” ujar Premos di hadapan ratusan wali murid.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan Kobar Aida Lailawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Zaenah dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

apolres memastikan peristiwa ini tidak akan terulang lagi di wilayah Kotawaringin Barat. Kemudian terkait ancaman Brigadir Polisi ASS kepada sejumlah guru juga dipastikan tidak akan berbuntut panjang.

“Saya jamin keselamatan seluruh guru, dan murid di sini. Jadi jika terjadi apa apa saya yang akan bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kobar Aida Lailawati mengatakan cukup menyesalkan atas kejadian tersebut yang terjadi di lingkungan sekolah dan korbannya anak yang masih kecil.

“Ini jangan sampai terulang lagi. Apalagi pelakunya aparat penegak hukum. Saat ini kita berupaya menghilangkan traumatik seluruh guru dan murid di sini, Itu yang harus cepat dilakukan,” pungkasnya.

Dinas Perlindungan Anak Investigasi ke Sekolah Siswa yang Dianiaya Oknum Polisi

Dinas Perlindungan Anak Investigasi ke Sekolah Siswa yang Dianiaya Oknum Polisi

Dinas Perlindungan Anak Investigasi ke Sekolah Siswa yang Dianiaya Oknum Polisi

Penganiayaan yang dilakukan oknum polisi Brigpol ASS terhadap siswa kelas 6 SD Negeri Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), terus mendapat perhatian dari publik dan juga istansi terkait.

Senin (17/7/2017) siang, tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Kobar mengunjungi SD Negeri 1 Kumai Hilir dan rumah siswa, MA (12).

Tim yang hadir dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak Eni Pujirahayu dan Kabid Perlindungan Perempuan Heppy Septiana beserta jajarannya. Tim langsung menemui kepala sekolah dan juga para guru untuk menggali informasi terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

“Kehadiran kami ke sini untuk menggali informasi terkait penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap anak didik di sini. Kami ingin tahu sendiri dan nantinya akan kami lakukan langkah-langkah recovery terhadap para siswa di sini, terutama korban MA,” ungkap Eny Pudjirahayu kepada wartawan.

Selain menemui guru, Eny juga singgah ke ruang kelas 6 untuk menemui para siswa teman korban dan anak oknum polisi. Eny mengaku prihatin karena penganiayaan itu dilakukan oleh orang yang seharusnya mengayomi warga. “Saat saya tanyakan ke semua murid di kelas, mereka mengaku masih takut dan trauma karena mereka melihat sendiri saat oknum polisi menampar korban MA,” tuturnya.

Menurut Eny, tak hanya korban dan anak oknum polisi yang akan mendapatkan pendampingan psikis, tapi juga semua siswa yang melihat kejadian tersebut. DP3A Kobar akan memberikan arahan dan pendekatan supaya para siswa tidak lagi trauma.

“Eksesnya luas, tak hanya korban MA yang mengalami trauma, tapi juga semua murid yang melihat mengaku masih takut. Ini akan kami bicarakan dengan pihak kepolisian supaya bersama-sama memperbaiki mental mereka,” paparnya.

Ia mengatakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kalteng juga akan datang ke Kobar untuk menangani kasus ini. “Rencananya pihak KPAI Kalteng datang ke Kobar Selasa (18/7/2017),” ujarnya.

Gelapkan Barang Bukti Sabu-Sabu, Polda Jabar Tetapkan 9 Anggota Polres Sukabumi Tersangka

Gelapkan Barang Bukti Sabu-Sabu, Polda Jabar Tetapkan 9 Anggota Polres Sukabumi Tersangka

Gelapkan Barang Bukti Sabu-Sabu, Polda Jabar Tetapkan 9 Anggota Polres Sukabumi Tersangka

Polda Jabar akhirnya menetapkan sembilan oknum polisi Polres Sukabumi sebagai tersangka karena diduga menggelapkan barang bukti sabu-sabu.

Kesembilan oknum polisi tersebut antara lain, tujuh orang bertugas di Satres Narkoba Polres Sukabumi, yaitu Iptu S, Aipda IS, Bripka BS, Bripka FH, Brigadir AA, Briptu BMR, dan Bripda CS. Sedangkan dua oknum lainnya, Bripka DD dan Brigadir DZ yang bertugas di Polsek Simpenan dan Polsek Kalibunder.

Mereka ditangkap oleh anggota Subdit I Ditres Narkoba Polda Jabar di Kabupaten Sukabumi pada Kamis 3 Mei 2018. “(Kesembilan oknum polisi) Sudah ditetapkan tersangka,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Selasa (8/5/2018).

Agung mengatakan, oknum polisi tersebut saat ini sudah diproses hukum pidana murni dan kode etik. Polisi juga sudah menahan kesembilan oknum tersebut. Mereka ditahan di ruang tahanan Mapolda Jabar. Mereka akan menjalani proses pemeriksaan mendalam oleh Dit Res Narkoba Polda Jabar.

“Total tersangka sekarang sembilan orang. Tujuh dari Satnarkoba, dua dari polse. Mereka sudah ditahan. Kasus ini pidana murni. Saya akan ajukan ke pengadilan negeri,” ujarnya.

Diketahui, pada Kamis 03 Mei 2018, sekitar pukul 21.00 WIB di Mapolres Sukabumi, Subdit 1 Dit Res Narkoba Polda Jabar mengamankan delapan anggota Polres Sukabumi. Kedelapan polisi itu diduga terlibat perkara penggelapan barang bukti sabu-sabu dari hasil pengerebekan.

Sementara pelaku, pemilik sabu, berhasil melarikan diri saat digerebek. Delapan polisi yang diamankan antara lain, Iptu S, Aipda IS, Bripka BRS, Bripka F, Brigadur AA, Brigadir DZ, Briptu BMR, dan Bripda CS.

Berzinah, Pejabat Polisi di Maliwuko Poso Disanksi Adat 1 Ekor Kerbau

Berzinah, Pejabat Polisi di Maliwuko Poso Disanksi Adat 1 Ekor Kerbau

Berzinah, Pejabat Polisi di Maliwuko Poso Disanksi Adat 1 Ekor Kerbau

Dewan Adat Desa Maliwuko, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menjatuhkan sanksi denda adat satu ekor kerbau terhadap pejabat Kepala Kepolisian Masyarakat (Kapolmas) Desa Maliwuko Brigadir Polisi Amir Latif. Kapolmas itu dinilai telah melakukan pelanggaran adat karena telah melakukan hubungan suami istri di luar nikah dengan seorang perempuan di desa tersebut.

HR Lagonda Ketua Dewan Adat Desa Maliwuko mengatakan, sanksi adat itu dijatuhkan dalam sebuah sidang adat, Sabtu 4 November 2017 di Kantor Desa Maliwuko. “Pelanggaran yang dilakukan asusila, berhubungan dengan seorang perempuan. Yang menceritakan ini dari si korban, sehingga jatuhlah sanksi adat ini,” kata Ketua Dewan Adat Desa Maliwuko, Senin (13/11/2017).

Kasus ini tentunya sangat disesalkan mengingat keberadaan Kapolmas yang di desa tersebut seharusnya dapat menjadi pelindung, pengayom dan sekaligus contoh bagi masyarakat di desa.

Secara terpisah Kepala Kepolisian Resort Poso AKBP Bogiek Sugiyarto yang dikonfirmasi menegaskan meskipun sanksi adat telah dijatuhkan namun pihaknya akan memproses Kapolmas Maliwuko tersebut atas pelanggaran kode etik Polri.

“Saya sudah perintahkan kepada bagian Provost agar memproses kasus tersebut secara kode etik disiplin anggota Polri. Kami akan tegas, dan tidak menutup kemungkinan kami akan mencopot oknum Kapolmas Maliwuko tersebut untuk segera digantikan petugas lainnya,” tegas AKBP Bogiek Sugiyarto.

Pihak Kepolisian Resort Poso ini memastikan tidak menutup kemungkinan akan mencopot Brigadir Polisi Amir Latif termasuk mencopotnya dari jabatan Kapolmas Maliwuko atas kasus yang berujung sanksi adat 1 ekor kerbau tersebut.

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Oknum Polisi Rusak Al Quran di Dalam Masjid

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Oknum Polisi Rusak Al Quran di Dalam Masjid

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Oknum Polisi Rusak Al Quran di Dalam Masjid

Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum polisi yang diduga telah melakukan pengrusakan Al Qur’an di Masjid Nurul Iman yang berada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku berinisial TH (30) itu merobek Al Qur’an di dalam masjid yang berada di RSUP Adam Malik pada Kamis (10/5/2018). Di mana, perbuatan pelaku itu dilakukannya setelah mendapat bisikan gaib.

“Dari pengakuannya, pelaku mengaku kepada petugas mendapatkan bisikan gaib untuk merusak Masjid yang ada di rumah sakit,” terang Tatan saat dikonfirmasi, Sabtu (12/5/2018).

Tatan menjelaskan, kejadian itu bermula saat istri pelaku hendak melahirkan sehingga pelaku bersama dengan ibunya membawa istrinya ke RSUP Adam Malik Medan, sesampainya di Rumah Sakit setelah diperiksa di IGD, selanjutnya di bawa ke lantai III Ruang melahirkan.

Namun di ruangan itu istri pelaku belum melahirkan juga. Hingga akhirnya pelaku mendapat bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk merusak masjid yang ada di rumah itu,” jelas Mantan Waka Polrestabes Medan itu.

Lebih lanjut, Tatan menuturkan setelah itu, ‎pelaku kemudian masuk ke dalam Masjid tersebut, melalui pintu samping dan mengambil Al Qur’an dan merobek salah satu Al Qur’an dan meletakkan di atas tembok dekat kamar mandi.

‎”Sedangkan yang lain, tersangka buang ke parit dekat Masjid selanjutnya setelah itu tersangka mengambil tas dari dalam mobilnya dan membawanya ke lantai III tepatnya ke ruang istri tersangka di rawat,” ujar Tatan.

Atas kejadian itu, pihak RSUP Adam Malik Medan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan untuk melakukan penyidikan dengan mempelajari rekaman CCTV di Masjid tersebut.

“Petugas kemudian berhasil mengamankan oknum polisi yang berpangkat Brigadir bertugas ‎di Dokkes Polrestabes Medan pada, Kamis (10/5/2018) sore,” ungkap Tatan.

Dalam kejadian itu, petugas mengamankan barang bukti berupa empat Al-Qur’an disobek pelaku dan rekaman CCTV serta barang bukti lainnya seperti pakaian pelaku. “Pelaku sudah diamankan dan dilakukan penahanan di Polrestabes Medan. Tindak lanjut dilakukan adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, memeriksa para saksi, terbitkan Surat Perintah Penahanan terhadap pelaku.‎ Melakukan Pemeriksaan terhadap Ahli Agama dan kordinasi dengan dokter kejiwaan,” tutur Tatan.

Dikatakannya, ‎atas perbuatan itu TH dijerat dengan Pasal 156 a KUHP dan Pasal 156 KUHP tentang barang siapa dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia.

Diduga Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap TNI

Diduga Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap TNI

Diduga Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap TNI

Diduga terlibat peredaran narkoba, oknum anggota Polres Binjai berinisial Brigadir GG ditangkap Tim Deninteldam I/Bukit Barisan (BB) di kawasan Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (3/7/2018) dini hari.

Selain itu, petugas juga berhasil meringkus tiga rekannya dari lokasi yang berbeda.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Edi Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Kini, kasusnya sedang dikembangkan oleh personil Kodam I/BB di lapangan terutama untuk mengejar jaringan oknum tersebut. “Jadi teman-teman harap bersabar dulu dan apabila ada perkembangan segera kita sampaikan,” ujarnya singkat, Rabu (4/7/2018).

Dikatakannya, keempat tersangka tersebut masing-masing, Rendi, warga Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Arfiansyah (40) warga Jalan Diski Payabakung, Desa Terang Bulan, Kabupaten Deliserdang, Brigadir GG, personel Polsek Binjai Utara dan Bambang Eriadi (38) Jalan Besar Sei Mencirim, Simpang Adios, Kabupaten Deliserdang.

Penangkapan berawal dari tersangka Rendi di jalan Namutrasi, Desa Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Dari tangan tersangka Rendi polisi menemukan 45 butir pil ekstasi, mobil panter BK 1181 FF, satu tas bewarna hitam. Saat dilakukan tes urine, tersangka positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dan kembali mengamankan seorang tersangka lainnya, Arfiansyah. Dari tangan Arfiansyah, petugas mengamankan barang bukti diamankan satu pucuk senjata panjang air shoftgun jenis MP5. Dari hasil tes urine yang dilakukan, tersangka positif mengkonsumsi narkoba.

Dari keterangan Arfiansyah, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan seorang anggota Polres Binjai Brigadir GG yang bertugas di Polsek Binjai Utara bersama temannya Bambang, warga Jalan Besar Sei Mencirim, Simpang Adios, Kabupaten Deliserdang.

Dari keduanya, petugas mengamankan 100 butir ekstasi warna orange, 3,3 gram sabu-sabu, satu pucuk senjata api pistol jenis revolver nomor D 676410, 18 butir munisi call 38 mm, uang tunai Rp511.000. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan ke Mako Deninteldam I/BB dan akan diserahkan ke pihak BNN Binjai. Sedangkan untuk anggota Polri akan diserahkan ke Propam Polda Sumut guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Akui Perampok SPBU di Serang Oknum Polisi Berpangkat Brigadir

Kapolres Akui Perampok SPBU di Serang Oknum Polisi Berpangkat Brigadir

Kapolres Akui Perampok SPBU di Serang Oknum Polisi Berpangkat Brigadir

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin memastikan pelaku perampokan di SPBU di Jalan Jendral Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Banten pada hari Minggu 29 April 2018, merupakan oknum polisi berpangkat Brigadir.

“Setelah kami dalami, pelaku merupakan salah satu oknum anggota Polres Serang Kota berinisal ES pangkat Brigadir,” kata Kapolres kepada wartawan, Rabu (2/4/2018).

Dari hasil pemeriksan, pelaku yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota itu berhasil membawa uang sebanyak Rp50 juta dari SPBU. Pelaku diamankan oleh petugas setelah lima jam dari kejadian di rumah orangtua pelaku di wilayah Ciceri, Kota Serang.

Kapolres menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, petugas kemudian menemukan uang tunai senilai Rp55 juta yang disembunyakan di kursi kantor milik SPBU.

“Kami masih mengaudit berapa total kerugian yang dialami korban. Dimungkinkan, kerugian menvapai Rp150 juta. Sebab, ada beberapa kupon bensin yang dibuang pelaku,” ujarnya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp105 juta, tas selempang, mobil Honda Freed milik tersangka, botol bekas miniman untuk mengancam korban. “Saat beraksi pelaku memang tidak menggunakan senjata api untuk mengancam korbannya,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman penjara selama 9 tahun. “Termasuk juga kepada pelaku yang diketahui anggota (polisi) kita proses kode etiknya,” tandasnya.
(wib).

Oknum Polisi Tugas Bidang Dokkes Polda Sumut Edarkan Sabu Ditangkap

Oknum Polisi Tugas Bidang Dokkes Polda Sumut Edarkan Sabu Ditangkap

Oknum Polisi Tugas Bidang Dokkes Polda Sumut Edarkan Sabu Ditangkap

Oknum polisi yang bertugas di Bidang Dokkes Polda Sumut, Aipda Herman (44) ditangkap petugas Polres Asahan dan Ditreskrim Narkoba Polda Sumut, Sabtu 27 Januari 2018. Penangkapan oknum Polri itu setelah diketahui bahwa adanya peredaran sabu-sabu di Jalan Ir H Juanda, Gang Utama, Lingkungan XlV, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Mendapat informasi itu, petugas Polres Asahan melakukan penyelidikan dan pengecekan di kawasan rumah Aipda Herman. Setelah dicek dan dipastikan kebenarannya, Polres Asahan menggeledah rumah Aipda Herman.

Saat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti 11 plastik klip ukuran sedang berisikan butiran kristal diduga sabu-sabu dengan berat masing-masing 5 gram. Ditemukan juga, 1 plastik klip ukuran kecil berisi butiran kristal diduga sabu-sabu, 1 plastik klip ukuran sedang yang berisi plastik transparan kosong, dan 1 butir pil ekstasi.

Polisi juga menyita, 1 unit timbangan digital, 2 dot, 4 mancis, 1 gunting, 3 kaca pirek, 2 pipet yang dimodif menjadi skop, 1 botol larutan penyegar cap badak lengkap dengan pipet pengisap sabu, pirek, 1 amplop berisikan ganja, 1 bungkus kertas tictak, dan 1 tas warna cokelat.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting membenarkan penangkapan oknum anggota Bid Dokkes Polda Sumut yang terlibat narkoba. “Iya sedang dalam proses pemeriksaan,” jelasnya saat dikonfirmasi Senin (29/1/2018).

Kasat Res Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar menambahkan tersangka dan barang bukti diserahkan ke Satuan Res Narkoba Polres Asahan untuk dikembangkan. “Barang bukti yang disita narkotika jenis sabu-sabu seberat 52,74 gram brutto dan jenis ganja seberat 1,16 gram brutto,” ujarnya.

Wilson menambahkan, Aipda Herman mengaku, sabu-sabu tersebut dibeli dari bandar bernama Feri Tindaon warga Tanjung Balai pada Kamis 25 Januari 2018 di kawasan Batu Tujuh, Kecamatan Simpang Empat, sebanyak 1 ons dengan perjanjian apabila sabu tersebut telah habis terjual dan akan dibayar seharga Rp50 juta.