14 Purnawirawan TNI Kuatkan Koaliasi Jokowi

14 Purnawirawan TNI Kuatkan Koalisi Jokowi

Pada Pilpres periode 2019-2024 kali ini, ada beberapa Partai Politik (Parpol) yang kini tengah memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tetap duduk di kursi negara, dan meneruskan perjuangannya untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Terkait dengan perihal tersebut, Jokowi tengah membentuk strategi sersan. Tidak seperti parpol yang dilatar belakangi militer, sersan yang tengah dibentuk oleh Jokowi disini merupakan kepanjanan dari “serius tapi santai”.

Soal ketua tim sukses, saat ini belum ada kesepakatan untuk menunjuk satu nama. Timses itu, nantinya akan dibicarakan oleh Jokowi dengan para ketua umum. Tugas para sekjen nanti adalah menyediakan orang, sumber daya untuk timses level pelaksana.

Saat ini ada Golkar, PKPI, PPP, PSI, NasDem, Hanura dan Perindo. Ini merupakan gabungan yang khusus. Kekuatan langitan, kekuatan media sangat kuat. Kekuatan darat semua punya caleg mencapai sekitar 21 ribu. Per partai 21 ribu.

Jika satu partai memiliki kekuatan 21 ribu caleg dikalikan dengan sembilan parpol yang berkoalisi mendukung Jokowi, ada sekitar 189 ribu caleg yang siap memenangi Jokowi di Pilpres 2019. Hasto mengatakan, para sekjen di masing-masing partai akan menyampaikan tugas dukungan tersebut kepada tiap caleg. Mereka akan mensosialisasikan kebijakan dan program Jokowi kepada masyarakat.

Tak hanya para Parpol dan Relawan Jokowi yang banyak memeberi dukungan penuh untuk Jokowi. Dari beberapa TNI yang sudah pensiun juga memberikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019 ini. Kurang lebih sebanyak 14 purnawirawan TNI tengah maju untuk mengikuti pemilihan legislatif melalui PDIP.

Bergabungnya para purnawirawan TNI tersebut merupakan salah satu langkah yang sangat tepat dalam memperkuat fraksi PDIP, sekaligus bertujuan untuk memperkuat koalisi Jokowi menghadapi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Presiden RI Joko Widodo

Singgungan Terkait Cawapres Pendamping Jokowi

Mengenai Pilpres 2019 – Ahmad Muqowam sempat menyinggung soal calon wakil presiden yang nantinya akan mendampingi Joko Widodo. Pria yang menjabat sebagai Ketua Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menawarkan sejumlah tokoh yang berasal dari kalangan Nahdlotul Ulama (NU).

Ahmad menilai bahwa organisasi yang ia pimpin sering kali melakukan dialog dan diskusi tentang kepemimpinan Presiden Jokowi. Pihaknya menyatakan bahwa sudah ada banyak hak yang dilakukan Jokowi untuk membangun Indonesia.

Kepala IKA PMII sangat mengapresiasi dan menghargai apa yang telah di lakukan Jokowi untuk negeri ini. Seperti Infrastruktur baik di sektor perhubungan, pekerjaan umum, pedesaan, pertanian, yang sudah nyata dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya sampai disitu, Ahmad juga mengapresiasi kinerja Jokowi terkait dengan menurunnya angka kemiskinan di Indonesia, dan penetapan Hari Santri di era kepemimpinan Jokowi. Betapa banyak perubahan serta pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi.

Dengan hasil kinerja dan prestasinya, Jokowi diminta PMII untuk kembali maju sebagai capres di pemilu 2019 ini. Hal ini merupakan insimulasi dari para sahabat-sahabat IKA PMII yang memastikan Joko Widodo akan di minta untuk mencalonkan dirinya menjadi Presiden Indonesia periode 2019 hingga 2024.

Terkait dengan majunya Jokowi di Pilpres 2019 nanti, IKA PMII menyebutkan beberapa tokoh dari NU yang pantas untuk mendampingi Jokowi seperti KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI), dan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB). Kemudian juga ada disebutkan nama dari Ketua Umum PPP, Rohmahurmuziy.

Ahmad juga sempat berkata bahwa ia hanya menyampaikan usia, bukan politik karena tidak ada nama Cak Imin disebutkan. Sehingga beberapa partai yang ada seperti PKB, GOLKAR, PSI, dan lain sebagainya, agar tidak ada yang tersinggung.