TNI AD Resmi Mempunyai 8 HeliKopter Buatas AS

TNI AD Resmi Mempunyai 8 HeliKopter Buatas AS

Info Politik

TNI AD Resmi Mempunyai 8 HeliKopter Alpache Buatas AS

Dari Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) Angkatan Darat secara resmi akan menerima sebanyak 8 helikopter apache yang terbuat dari negera amerika serikat, Heli tempur itu secara simbolis diserahkan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kepada TNI yang diwakili Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, pada hari rabu kemarin. Kepada TNI, Menhan meminta agar pemeliharaan heli dapat terlaksana dengan baik. Dengan begitu, masa pakai heli yang dapat digunakan di semua keadaan cuaca itu dapat lebih optimal. “Untuk TNI, pelajari penggunaannya agar tidak ada kekeliruan yang tidak perlu.

Pada Kamis (20/9/2012) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang saat itu dijabat Hillary Clinton mengumumkan pembelian delapan helikopter serang AH-64E Apache oleh Indonesia. Pengiriman helikopter dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni tiga unit pertama dikirim dengan menggunakan pesawat C-17 Globe Master ke Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, Lima unit berikutnya akan dikirim dengan kapal laut dan diperkirakan tiba di Semarang pada Maret 2018. “Tiga unit pertama dikirim dengan pesawat C-17 Globe Master dan tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani tanggal 18 Desember 2017,” ujar Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat

Eko menuturkan, kedelapan heli tersebut termasuk dalam program pembelian delapan unit melalui program Foreign Military Sales (FMS) untuk menjamin kesiapan alutsista secara maksimal. Menurut dia, ada lima hal yang melatarbelakangi pengadaan heli Apache. Pertama, modernisasi alutsista penerbangan Angkatan Darat sesuai sesuai dengan target Minimum Essential Force (MEF) dan selaras dengan modernisasi alutsista kecabangan lain. Kedua, menciptakan deterrence effect atau efek gentar. Ketiga, meningkatkan kepercayaan diri bangsa. Keempat, akselerasi penguasaan teknologi alutsista. Kelima, hubungan politik Indonesia dengan AS. “Sebab, Amerika Serikat tidak menjual bebas helikopter serang AH-64 E Apache,” ucap Eko.

Selanjutnya, helikopter yang sudah tiba di Semarang akan disiapkan untuk mendukung kesiapan operasional TNI AD. “Pada fase awal, helikopter akan diuji kelaikudaraannya. Setelah dinyatakan lulus, akan dipakai untuk pelatihan penerbang dan semua awak pesawat,” ucapnya. Sebelumnya, Puspenerbad memiliki helikopter Mi-35P yang menyandang sebagai heli berkemampuan serbu paling mutakhir di Indonesia. Selain memiliki fungsi tempur, heli ini juga bisa digunakan sebagai alat transportasi pasukan.