Rapat Umum Relawan Jokowi

Usai Rapat Umum Relawan, Jokowi Dapat Serangan

Berita Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menghebohkan media sosial karena arahannya kepada relawan Jokowi soal “Berani jika diajak berantem“. Kalimat tersebut kini menjadi polemik, sehingga beberapa parpol sempat beranggapan bahwa Jokowi sudah dorong kekerasan.

Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid yakin kalau Jokowi tidak memiliki maksud yang buruk terkait arahan tersebut. Jazilul tidak mau berpikir negatif terkait pernyataan Jokowi tersebut. Ia mengajak kepada pihak pengkritik untuk tidak memanaskan situasi.

Sebelumnya diberitakan, arahan itu disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 4 Agustus 2018. Jokowi awalnya meminta relawan untuk bersatu, militan, dan kerja keras.

Saat acara, wartawan diminta keluar di tengah-tengah pidato Jokowi. Namun, video potongan pidato Jokowi itu kemudian beredar luas di media sosial yaitu saat Jokowi meminta relawan berani jika diajak berantem.

Baca juga : Ferdinand Hutahaean Serang Jokowi Di Pilpres 2019

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi menegaskan arahan Jokowi itu bukan berarti memerintahkan relawannya untuk berkelahi. Budi Arie lalu memberi versi lain dari potongan arahan Jokowi tersebut.

Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani. Kalimat tersebut yang kini tengah menjadi bahan serangan sejumlah parpol kepada Jokowi di ketatnya politik di Indonesia.

Terlebih sudah memasukin masa pendaftaran capres dan cawapres 2019, menambah beberapa pesaing yang menggunakan kesalahan sebagai alat untuk menjatuhkan lawannya. Hal seperti ini sudah tidak asing lagi di duni politik Indonesia, karena yang mereka tuju bukanlah demi negeri, melainkan kepentingan pribadi semata.