Mahathir Tidak Jabat PM Lebih Dari 2 Tahun

Perdana Menteri Malaysia yang baru terpilih, Mahathir Mohamad, diprediksi tak akan menjabat lebih dari dua tahun, sesuai dengan janji kampanyenya. Pakar politik Asia Tenggara, Sudarnoto Hakim, mengatakan alasan kesehatan dan tuntutan reformasi akan menjadi pertimbangan Mahathir untuk melepas jabatan sebagai perdana menteri.

Kalau lebih dua tahun ada pertimbangan kesehatan dan tuntutan reformasi. Saya kira nanti akan dilakukan proses percepatan reformasi dan demokratisasi,” ujar Sudarnoto dalam diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Senin Menurut Sudarnoto, Mahathir akan langsung melakukan reformasi hukum dalam dua tahun ke depan. Langkah ini tak semata menargetkan Najib Razak, perdana menteri Malaysia sebelumnya yang diduga terjerat kasus korupsi.

Tapi memang dia mau menindak kasus-kasus korupsi dan menjadikan Malaysia negara yang berkedaulatan hukum,” katanya. Sudarnoto menilai langkah yang akan dilakukan Mahathir adalah perubahan politik luar biasa ketimbang kepemimpinan sebelumnya. Aspek ini yang sudah saya sebut sebagai pemerintahan transisional

Ia pun meyakini pemimpin defacto Pakatan Harapan Anwar Ibrahim akan mengambil alih posisi PM, sesuai perjanjian antara Mahathir dan koalisi yang mengusungnya dalam pemilu tersebut sebelumnya. Untuk dapat memenuhi janjinya, nantinya Mahathir akan menjadwalkan pemilu sela di parlemen Malaysia. Kalau pemilu sela dilakukan di distriknya (Anwar), pasti menang. Dua tahun itu hitungan saya (Mahathir menjabat.

Mahathir, yang pernah menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 1981 hingga 2003, kembali memimpin negeri itu setelah memenangkan pemilu ke-14 pada 9 Mei lalu. Dalam janji kampanyenya, Mahathir memang menekankan bahwa ia hanya akan menjabat paling lama dua tahun sebelum menyarahkan takhtanya kepada Anwar. Namun, sejumlah pengamat khawatir Mahathir akan ingkar janji. Meski demikian, Anwar sendiri yakin Mahathir akan memegang teguh janjinya dan melakukan agenda reformasi penuh

Demokrat Akan Perkenalkan hastag Di Tahun 2019

Untuk perkataan hastag #2019gantipresiden dan #diasibukkerja ini akhirnya telah memunculkan kata Hastag terbaru di indonesia yaitu #2019pemimpinmuda. Hastag baru tersebut akan di munculkan di negara indonesia pada tanggal 2019 yang akan datang sebagai politikus demokrat Putu Supadma Rudana di diskusi survei indo barometer bertajuk Evaluasi 20 tahun reformasi di jakarta.

Saat menjelaskan mengenai generasi milenial, tiba-tiba Putu berdiri dan membuka jaketnya di hadapan wartawan dan narasumber acara lainnya. Putu pun memamerkan tulisan #2019pemimpinmuda di kausnya kepada wartawan. Menurut Putu hastag tersebut merupakan cerminan transformasi Indonesia di 2019 nanti.

Setelah ada reformasi / revolusi selama 20 tahun ini sudah saatnya kita ganti nama menjadi era transformasi 30 tahun ke depan menuju Indonesia Emas. Marilah kita sebut tahun 2019 ke depan sebagai tahun dimulainya era Transformasi, Indonesia tinggal landas. Marilah sama-sama kita menuju ke Indonesia emas dengan pilar utamanya pembangunan bidang ekonomi, suprastruktur, dan terlebih khusus bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif ucap Putu.

Putu juga menjelaskan pada 2019 adalah momentumnya generasi milenial, pemimpin muda, di mana sekitar 52 persen generasi milenial akan menjadi pemilih. Pemimpin terbaik ke depan haruslah muda, mengerti konsep membangun bangsa salah satunya adalah konsep kepariwisatan yang baik sebagai sumber devisa negara terbesar.

Selain itu, harus pula memahami sektor ekonomi kreatif yang potensinya sangat besar dengan menghargai kearifan lokal tanpa terfokus kepada penjualan komoditi. Kepemimpinan dunia sudah beralih dari generasi terdahulu ke generasi milenilal, contohnya Emmanuel Macron Presiden Prancis berusia 39 tahun, lalu Sebastian Kurz PM Austria berusia 31 tahun, dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan kecakapan, kerja keras, integritas, kapasitas, intelektualitas serta memahami kondisi negara dan kondisi geopolitik regional maupun international, mari kita mulai bagi generasi muda di 2019 nanti,” ucap wasekjen Demokrat tersebut. Tagar #2019PemimpinMuda tentu saja dikaitkan dengan Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini berusia 39 tahun.

Yang ada sekarang bakal capres dan bakal cawapres. Saat menyebut capres dan cawapres harus mendapat dukungan 20 persen dari partai politik dalam bentuk rekomendasi tertulis. Belum ada itu capres dan cawapres, termasuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo

Meluncurkan Kartu Sakti Di Pulau NTT OLeh Benny Harman

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Benny K Harman dan Benny Litelnoni terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat NTT. Pasangan ini tidak hanya berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintah NTT bilamana dipercaya menjadi gubernur, pasangan nomor urut tiga ini kembali membuat gebrakan yakni meluncurkan program Kartu Petani Sejahtera (KPS).

Pasangan yang diusung Partai Demorkat, PKS dan PKPI ini secara resmi meluncurkan resmi meluncurkan kartu sakti yakni Kartu Petani Sejahtera (KPS) bertempat di Wewewa, Sumba Barat Daya, Jumat. Menurut Benny Harman, KPS sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT khususnya masyarakat petani. Karena KPS merupakan jawaban atas persoalan kemiskinan yang membelenggu masyarakat NTT,” tegas Benny K Harman di hadapan ribuan warga Sumba Barat Daya.

Alasan meluncurkan kartu tersebut, menurut Benny, sebanyak 85 persen dari total 1,2 juta orang miskin di NTT adalah petani dan berada di desa-desa. Untuk menompang kehidupan perkonomian petani sehingga perlunya dibuatkan program khusus petani salah satunya dengan KPS. Apalagi KPS merupakan kartu multifungsi yang dapat digunakan oleh para petani untuk membangun hidup dan ekonomi keluarga. Kartu ini juga memiliki 6 keunggulan, yang bermuara pada kesejahteraan petani,” papar Benny.

Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR ini menjelaskan manfaat KPS di antaranya menyediakan bantuan modal usaha paling banyak Rp 10 juta untuk keluarga miskin. Kedua, bantuan pupuk dan bibit agar produktivitas panen meningkat. Ketiga, pemerintah bersama BUMD akan membeli produk petani sesuai harga yang layak dan berkeadilan.

Keempat petani diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan bekerja melalui pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu mengadakan asuransi gagal panen. Program ini untuk membantu petani yang tanamanya diserang hama, bencana longsor, banjir bandang, puting beliung, dan lain-lain, jelas Benny.

Selain itu, KPS berfungsi menyediakan beasiswa khusus bagi anak-anak petani yang berprestasi sehingga bisa melanjutkan sekolah. Jadi semua itu dilakukan untuk kesejahtraan masyarakat NTT. Kita berharap dengan KPS masyarakat NTT tidak kesulitan dan tetap mempunyai semangat dalam mencari nafkah,” ujar Benny

Penambah Staf Khusus Untuk Bertugas Bantu Kinerja Presiden Jokowi

Penambah empat staf khusus yang bertugas membantu kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak perlu dan justru menimbulkan pemborosan anggaran bahkan dikhawatirkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Alasannya, saat ini lembaga-lembaga kepresidenan yang ada sudah terlalu “gemuk”. Mulai dari Sekretaris Kabinet (Seskab), Sekretaris Negara (Sesneg), hingga Kepala Staf Presiden (KSP). Saat ini sudah terlalu gemuk. Sebenarnya KSP itu juga nomenklaturnya berlebihan. Coba kita lihat di dalam UU Kementerian Negara, portofolio KSP itu tidak ada. KSP itu harusnya dibubarkan karena itu menambah anggaran negara.

Dan itu saya dengar urusannya untuk kepentingan menampung orang-orang yang menjadi relawan (Presiden), itu bisa kategorinya abuse of power karena menggunakan anggaran negara untuk kepentingan pribadi presiden, bukan lembaga presiden, Menurutnya, peran Sesneg dan Sekkab sudah cukup dan itu seharusnya menjadi pilar yang penting. “KSP ini tidak jelas. Apalagi ditambah staf khusus presiden Inikah kepentingannya untuk tahun-tahun politik. Itu nanti kerja buat negara atau kerja untuk calon presiden. Gitu lho. Bubarin saja KSP itu.

Sebelumnya, Jokowi menambah empat staf khusus yang bertugas membantu kerja presiden di lapangan. Seskab Pramono Anung mengatakan, penambahan staf khusus dilakukan sesuai dengan kebutuhan mengingat saat ini banyak persoalan yang tengah dihadapi Presiden.

Nantinya, empat staf khusus yang baru ini akan bertugas membantu presiden di lapangan. “Harapannya staf khusus bisa membantu Presiden karena yang dipilih secara operasional membantu di lapangan,” kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 15 Mei 2018. Pramono mengatakan, empat staf khusus Presiden yang ditunjuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) itu sudah efektif bekerja di Istana Kepresidenan. Pramono menuturkan, secara manajerial, empat staf khusus presiden ini berada di bawah Seskab. Keppres sudah ditandatangani dan berlaku. Nggak perlu dilantik, sudah mulai kerja. Kemarin koordinasi dengan Mensesneg dan saya,” kata Pramono.

Keempat staf khusus Presiden yang baru yakni Abdul Ghofarruzin, staf khusus presiden bidang acara keagamaan yang bertugas mendampingi Presiden saat berkunjung ke pondok pesantren. Berikutnya, Siti Dhzu Hayatin, staf khusus presiden bidang keagamaan internasional; Adita Irawati, staf khusus presiden bidang komunikasi ke kementerian dan lembaga; dan Ahmad Erani Yustika, staf khusu presiden bidang ekonomi yang bertugas membantu presiden mengenai pengelolaan dana desa.

Cara Potensi Generasi Milenial Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) punya cara tersendiri untuk mengawal potensi generasi milenial. Caranya adalah dengan meluncurkan program Literasi Generasi Muda Milenial. Program ini dibuat demi mendampingi generasi muda atau milenial agar bisa menikmati kecanggihan teknologi masa kini dengan cara yang tepat.

Tantangan dunia di era banjir informasi seperti saat ini membuat pemuda kita harus mendapatkan pendampingan dengan cara yang tepat dalam menikmat canggihnya teknologi dan informasi yang ada. Ini menjadi salah satu cara kita mengawal potensi pemuda zaman now yang sangat besar dan beragam. ujar Menteri Pemuda

Ia mengatakan hal ini di acara peluncuran program Literasi Generasi Muda Milenial di halaman Kantor Kemenpora, Ia berharap program yang diluncurkan ini akan semakin mendekatkan Kemenpora dengan para stakeholder-nya, dalam hal ini generasi muda milenial.
Sejak awal kita selalu ingin menjadi rumah dari tempat anak-anak muda berkumpul dan berkegiatan. Setiap kegiatan yang kita rancang, kita upayakan mengikuti apa yang menjadi minat dan keinginan anak-anak muda. Kita sesuaikan program kepemudaan yang selama ini kita miliki dengan tuntutan dan perkembangan zaman. paparnya.

Ia turut mengungkapkan program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenpora melalui Deputi Pengembangan Pemuda dengan PT Pegadaian (Persero). Nantinya, program ini akan dilaksanakan di 15 titik antara lain Jakarta, Tangerang, Palembang, Depok, Sumedang, Pekanbaru, Makassar, Semarang, Kudus, Aceh, Manado, Kediri, Surabaya, Pontianak, Madura, dan Bali.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh menjelaskan sejumlah agenda yang dilakukan dalam program ini meliputi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda, Pengembangan Kepramukaan, Pemantapan Organisasi Kepemudaan, Literasi Keuangan bagi Generasi Muda Milenial, serta Literasi Pemanfaatan Media Sosial dan Inovasi serta Diskusi Milenial.

Untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia 2018, kegiatan Literasi Generasi Muda Milenial ini disertai dengan nonton bareng Piala Dunia 2018 yang melibatkan komunitas pemuda dari setiap titik yang ada. Sebelum nonton bareng, ada kegiatan pelatihan dan coaching bagi pemuda. Asrorun berharap program ini diminati milenial sehingga upaya Kemenpora yang menggandeng PT Pegadaian (Persero) yang memiliki jaringan luas dan tersebar di banyak kota di Indonesia selaras dengan Nawacita Presiden Joko Widodo yang menyatakan negara hadir bagi semua kalangan, khususnya anak muda.

Acara peluncuran Program Literasi Milenial dimeriahkan dengan penampilan kreasi musik dan tari dari pelajar dan pemuda binaan Kemenpora serta komunitas anak-anak muda kreatif lainnya. Turut hadir pada acara ini di antaranya pejabat Eselon 1 dan 2 di Lingkungan Kemenpora, jajaran direksi, staf PT Pegadaian (Persero), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), GP Ansor, PP BKPRMI, dan organisasi-organisasi kepemudaan lainnya.

  • 1
  • 2