Kapolri Jendral Tito Karnavian Resmi Mencopot Anggotanya

Tindakan AKBP M Yusuf yang sudah melakukan pemukulan kepada ibu serta bocah yang mencuri di minimarket miliknya telah menimbulkan kemarahan Kapolri Jendral Tito Karnavian. M Yusuf Mendapat somasi keras terkait kekerasan yang sudah dilakukan, serta Kapolri Jendral Tito meminta untuk menghilangkan budaya arogansi tersebut.

Menurut prinsip promoter, seseorang yang sudah menyerah dan tidak mengancam keselamatan petugas serta orang lain itu tidak boleh dilakukan tindak kekerasan. Tito mengatakan bahwa jangan karena memiliki kedudukan sebagai petugas, kemudian dapat berperilaku arogansi. Karena tindakan tersebut sangat tidak bermoral, apalagi si pelaku adalah seorang ibu dan anak yang sudah menyerah.

Rabu, 11 Juli 2018 tepat pukul 19.00 WIB merupakan kejadian pemukulan AKBP Yusuf terhadap pelaku pencurian yang telah tertangkap tangan. Dari beredarnya rekaman pemukulan tersebut, Jumat 13 Juli AKBP M Yusuf resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Kapolri Jendral Tito melarang keras terhadap anggotanya untuk tidak berperilaku agresif, serta melakukan kekerasan yang berlebihan kepada pelaku kejahatan selama pelaku tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain.

Sanksi tersebut sangat tepat, guna menghilangkan sikap arogansi yang dilakukan beberapa anggota Polri. Selain mencopot jabatannya, AKBP M Yusuf juga akan diberikan sanksi kode etik agar menjadi pelajaran bagi anggotan Polri lainya.

Kemudian Tito menegaskan kembali terkait kejadian tersebut, “Jika ada ibu-ibu yang sudah menyerah, entah dia mencuri karena lapar, jangan berlebihan dan jangan dilakukan kekerasan. Dan saya mengambil tindakan tegas yakni mencopot jabatan yang bersangkutan (nonjob), serta memberikan sanksi kode etik sebagai pelajaran”.

Sang pelaku Desy, kemudian disidang di Pengadilan Negeri Pangkal Pinang pada hari Jumat 13 Juli 2018 lalu karena dia terbukti melakukan pencurian dengan vonis hukuman percobaan 3 bulan.