Berita Politik

Nenek Jumanti Hilang Dalam 28 Tahun Di Saudi

Jumanti (72) sejak 1990 bekerja di Arab Saudi sebagai tenaga kerja Indonesia. Selama 28 tahun, Jumanti tak pernah berkomunikasi dengan keluarga di Tanah Air.

Pada Senin (14/5), wanita kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, ini akhirnya bisa kembali ke Indonesia. Kepulangan Jumanti ini atas kerja sama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Arab Saudi.

Jumanti mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.00 WIB. Dia diantar Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Saat tiba di bandara, Jumanti disambut Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Turut hadir beberapa pejabat dari Kemlu, BNP2TKI, dan Kedubes RI di Riyadh.

Kami telah menemukan Nenek Jumanti yang sudah menghilang 28 tahun. Terima kasih kepada Pak Dubes dan jajaran KBRI Riyadh dan Kemlu yang sudah meringankan beban kami, Nusron mengatakan pemulangan Jumanti dilakukan atas kerja sama yang baik antarinstansi. Dia mengatakan Jumanti akan secepatnya dibawa ke kampung halaman menggunakan pesawat. Besok pukul 10.20 WIB kami terbangkan dari sini ke Surabaya, baru diserahkan ke keluarga yang ada di Jember.

Kembali ke Tanah Air, Nenek Jumanti tenang dengan duduk di kursi roda. Sesekali dia melayangkan senyum. Tinggal puluhan tahun di Arab Saudi membuat Jumanti tak lagi fasih berbahasa Indonesia. Dia hanya mampu berbicara dengan bahasa Jawa dan Arab. Meski sudah tua, Jumanti bisa tertawa karena candaan berbahasa Jawa yang dilontarkan Nusron kepadanya. “Seneng,” kata dia dengan nada kecil ketika ditanya perasaan pulang ke Indonesia.

Duta Besar Agus Maftuh, yang juga merupakan Watapri untuk OKI, menyampaikan kepada pers bahwa Nenek Jumanti adalah satu-satunya pekerja migran Indonesia yang mendapatkan kesempatan penyerahan gajinya oleh majikannya disaksikan langsung oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammad al-Shuaibi di KBRI Riyadh beberapa waktu lalu. Saat ditanya memilih mana untuk tinggal, apakah di Indonesia atau Arab Saudi, Jumanti menjawab, Arab Saudi bagus dan Indonesia bagus Jumanti tak berbicara soal penyebab putus komunikasi dengan keluarganya. Sesekali dia hanya menganggukkan kepala.

Negara Korea Utara Umumkan Lokasi Nuklirnya

Dari Negara Korea Utara ini telah membuat jadwal untuk membongkar lokasi pengujian bom nuklirnya antara 23-25 Mei 2018 sebagai bentuk memenuhi janjinya untuk tidak melanjutkan pengujian senjata nuklir. Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan pembongkaran lokasi pengujian nuklir Punggye-ri akan melibatkan perobohan semua terowongannya dengan bahan peledak, menutup pintu-pintu masuknya, dan memindahkan semua fasilitas pengamatan, gedung-gedung riset dan pos-pos keamanan.

Institut Senjata Nuklir dan institusi-institusi lainnya yang terkait sedang mengambil langkah-langkah teknis membongkar lokasi tes nuklir di bagian utara … untuk menjamin transparansi tes nuklir tidak dilanjutkan,” demikian KCNA. Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mengadakan pembicaraan di Singapura pada 12 Juni, hal itu merupakan KTT pertama antara presiden AS dan pemimpin Korut.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Jumat bahwa Korut Utara dapat menantikan “masa depan yang penuh dengan perdamaian dan kemakmuran” jika setuju dengan cepat tidak melanjutkan kegiatan-kegiatan terkait senjata nuklirnya. mTrump menyambut baik pengumuman Korut itu.

Korea Utara telah mengumumkan bahwa mereka akan membongkar lokasi pengujian nuklir bulan ini, jelang konferensi Tingkat Tinggi pada 12 Juni,” katanya dalam akun Twitternya. Terima kasih, sebuah isyarat sangat cerdas dan ramah! Terima kasih, sebuah isyarat sangat cerdas dan ramah!” Kantor presiden Korea Selatan menyuarakan sentimen itu pada Ahad, dengan menyatakan hal tersebut menunjukkan kesediaan Pyongyang untuk tak lagi mengembangkan nuklir dengan aksi daripada kata-kata. Sekarang di korea utara sudah memiliki banyak sekali teknologi yang tercanggih dengan hasil pembuatan terbarunya. dengan Nuklir barunya ini. presiden Korea Utara akan mengenalkan teknologinya ke tetangga negara lainnya.

Anggota Polri Gagal Jaga Keamanan Negara Indonesia

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, mengkritik kinerja Polri yang dinilainya gagal menjaga kemanan dan ketertiban negara pasca terjadinya rentetan peristiwa, mulai kerusuhan di Rutan Kompleks Mako Brimob, bom di tiga gereja Surabaya dan pengeboman di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

“Apa yang terjadi adalah aparat keamanan gagal menjaga keamanan, bahkan di markas pasukan elit Polri seperti Mako Brimob pun terjadi kerusuhan. Itu bukan kelalaian, namun kegagalan dalam mengatasi keadaan. di karenakan di kota surabaya sudah berulang kali terjadinya ledakan bom bunuh diri di gereja dan juga kantor polisi surabaya. Wakil Ketua DPR RI Fadli mengatakan bahwa sangat kecewa sekali ketika melihat kepolisian menjaga tidak terlalu ketat dan wakil DPR menilai polri gagal total dengan keamanan masyarakat.

Dia menilai dalam sejarah bangsa Indonesia, baru kali ini kerusuhan di dalam Rutan yang berada di kompleks pasukan elit aparat keamanan terjadi hingga melibatkan 155 napi. Karena itu dia meminta pihak keamanan bertanggung jawab atas rentetan kejadian teror tersebut dan harus mengungkap apakah semua kejadian tersebut merupakan rangkaian atau tidak.

Karena itu harus diungkap apa yang sebenarnya terjadi di Mako Brimob. Apakah memang karena kelalaian? Kalau lalai lalu kenapa mereka bisa ‘live’ di Instagram, apakah karena makanan atau ada sebab lain? Dia menilai seharusnya kejadian di Mako Brimob tidak perlu terjadi, karena di tempat tersebut merupakan markas pasukan elit Kepolisian karena dijaga ketat namun masih bisa kebobolan.

Menurut dia, harus diusut tuntas apakah kejadian pengeboman di tiga gereja di Surabaya dan di Polrestabes Surabaya terkait dengan kejadian di Mako Brimob. Karena itu perlu diteliti agar tidak terulang lagi kejadian serupa karena merugikan dari semua aspek, katanya Fadli menilai kepemimpinan aparat keamanan harus dievaluasi untuk menanggulangi keadaan yang terjadi di Indonesia karena selama ini anggaran keamanan sudah cukup. Dia menegaskan permasalahan di Mako Brimob tidak ada urusannya dengan DPR karena Polri tinggal melaksanakan UU yang ada dengan prosedur pengamanan yaitu “maksimum security”.

Anggota TNI Akan Tegaskan Revisi UU Pembantaian Terorisme

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pemberantasan aksi terorisme, menunggu revisi UU Antiterorisme dan Peraturan Pemerintah (PP)-nya. Kita tunggu terbitnya revisi UU Antiteror dan PP-nya terlebih dahulu. Selanjutnya TNI akan menyesuaikan pelibatannya sesuai kebutuhan untuk penindakan.

Sebelumnya ada wacana pembentukan satuan antiteror gabungan yang terdiri atas personel satuan-satuan antiteror dari tiga matra TNI, yakni Detasemen Khusus-81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut dan Detasemen Bravo-90 TNI Angkatan Udara. Realisasinya akan menunggu revisi UU Antiteror dan PP-nya, dan disesuaikan dengan kebutuhan, menegaskan.

Presiden Joko Widodo meminta DPR dan kementerian terkait untuk mempercepat revisi Undang-Undang Antiterorisme. Jika RUU Antiterorisme itu tidak rampung dalam Juni mendatang, Presiden Jokowi akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu). Presiden Jokowi mengatakan, revisi UU ini sudah diajukan pemerintah kepada DPR pada Februari 2016 yang lalu. Jokowi menekankan, revisi UU ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat Polri untuk bisa menindak tegas terorisme dalam pencegahan maupun dalam penindakan.

Kalau nantinya di bulan Juni di akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan perppu, ujar Jokowi. Panglima mengatakan, sambil menunggu terbitnya revisi UU Antiterorisme, pihaknya siap membantu Polri menangani aksi terorisme, berdasar permintaan Kepala Kepolisian RI. Tentu sepanjang ada permintaan kita akan bantu. TNI siap mendukung Polri untuk menangani dan memberantas aksi terorisme.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian meminta bantuan TNI untuk melakukan operasi bersama penangkapan teroris setelah terjadi tiga ledakan bom di Surabaya. Saya sudah minta bapak Panglima TNI, beliau kirimkan kekuatan untuk lakukan operasi bersama melakukan penangkapan sel-sel JAD dan JAT yang diduga akan melakukan aksi Bom Bunuh Diri Di Kota Surabaya.

Jaringan Jemaah Ansarut Daulah (JAD) dan Jemaat Ansarut Tauhid (JAT) diduga sebagai jaringan yang terlibat dalam pengeboman di Surabaya. Tito mengatakan pelaku bom Surabaya, yaitu Dita Upriyanto adalah pimpinan JAD Surabaya. Dita melakukan bom bunuh diri beserta lima anggota keluarganya yang terdiri dari istri dan empat anaknya. Satu keluarga ini melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Pantekosta, GKI Diponegoro dan Gereja Santa Maria Tak Bercela. Menurut Kapolri, operasi bersama itu dibutuhkan karena para anggota teroris adalah orang yang terlatih dan paham cara menghindari intelijen.