Pimpinan KPK untuk NTT usai Lihat Paparan Mama Emi

Pimpinan KPK untuk NTT usai Lihat Paparan Mama Emi

Penampilan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Emilia J Nomleni pada acara Kupas Kandidat di TVRI membuat mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto takjub. Pada acara yang ditayangkan pada Kamis malam itu, Bambang menjadi panelis yang mencecar Emilia.

Acara itu juga dihadiri panelis lainnya. Antara lain pengamat politik LIPI Siti Zuhro, pemerhati kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy, serta sosiolog Musni Umar. Pada tahun 2014, Presiden Jokowi memberikan pernyataan bahwa NTT darurat human trafficking. Tolong berikan pemahaman kepada kami bagaimana kasus ini bisa teratasi kepada Emilia.

Mama Emi -panggilan Emilia- pun memberi jawaban atas pertanyaan Bambang secara rinci. Menurutnya, angka kasus human trafficking naik drastis karena persoalan administrasi dan birokrasi yang cukup panjang. Memang kita tidak bisa melarang orang mencari kerja. Makanya banyak yang mencari kerja sendiri. Namun perlu kita lihat, yang ilegal, yang kemudian dikatakan humman trafficking, bisa terjadi karena urusan birokrasi dan administrasi yang panjang ujarnya.

Karena itu, Emilia jika kelak terpilih memimpin NTT akan membenahi persoalan-persoalan di birokrasi. “Sehingga masyarakat bisa lebih cepat mengurus surat-surat,” imbuhnya. Mama Emi menambahkan, masyarakat juga perlu dibekali dengan skill dan kemampuan yang memadai. Dengan demikian warga NTT yang mencari penghasilan di luar daerah ataupun mancanegara bisa benar-benar kompetitif.

“Ini kita bicara soal migrasi aman. Selain birokrasi diperpendek, soal skill juga diperhatikan. Untuk itu akan ada pelatihan. Sehingga ketika mereka keluar, mereka bisa aman, selain karena ada dokumen, tapi juga karena ada keahlian,” jelasnya. Sedangkan Musni Umar menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat NTT. Misalnya, soal ketersediaan air. Menanggapi hal itu, Mama Emi memastikan persoalan air di NTT bisa diatasi. Salah satunya dengan membuat embung-embung.

Kalau di Kota Kupang, persoalan air ini sudah bisa teratasi. Namun di desa-desa, masih harus ada upaya lebih jauh. Salah satu yang akan kami lakukan adalah membangun embung-embung untuk menyimpan air agar bisa digunakan dalam waktu yang lama,” jelasnya. Politikus PDI Perjuangan itu mengharapkan melalui pembangunan embung-embung maka masyarakat NTT bisa menggunakan air itu untuk kebutuhannya, termasuk juga dalam menjalankan proses pertaniannya. “Kami bersyukur karena sekitar tujuh bendungan dibangun pemerintah pusat di NTT. Kami akan tambahkan lagi dengan embung-embung, agar masalah air bisa diatasi,” terangnya.

Paparan Mama Emi lantas memperoleh respons dari Bambang Widjojanto. Bahkan, BW -panggilan karib Bambang- punya istilah sendiri. Setelah mendengar uraian program ibu panjang lebar, saya bisa memastikan bahwa NTT bukan lagi menjadi nanti Tuhan tolong, tapi akan menjadi PTT, pasti Tuhan tolong