Berzinah, Pejabat Polisi di Maliwuko Poso Disanksi Adat 1 Ekor Kerbau

Dewan Adat Desa Maliwuko, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menjatuhkan sanksi denda adat satu ekor kerbau terhadap pejabat Kepala Kepolisian Masyarakat (Kapolmas) Desa Maliwuko Brigadir Polisi Amir Latif. Kapolmas itu dinilai telah melakukan pelanggaran adat karena telah melakukan hubungan suami istri di luar nikah dengan seorang perempuan di desa tersebut.

HR Lagonda Ketua Dewan Adat Desa Maliwuko mengatakan, sanksi adat itu dijatuhkan dalam sebuah sidang adat, Sabtu 4 November 2017 di Kantor Desa Maliwuko. “Pelanggaran yang dilakukan asusila, berhubungan dengan seorang perempuan. Yang menceritakan ini dari si korban, sehingga jatuhlah sanksi adat ini,” kata Ketua Dewan Adat Desa Maliwuko, Senin (13/11/2017).

Kasus ini tentunya sangat disesalkan mengingat keberadaan Kapolmas yang di desa tersebut seharusnya dapat menjadi pelindung, pengayom dan sekaligus contoh bagi masyarakat di desa.

Secara terpisah Kepala Kepolisian Resort Poso AKBP Bogiek Sugiyarto yang dikonfirmasi menegaskan meskipun sanksi adat telah dijatuhkan namun pihaknya akan memproses Kapolmas Maliwuko tersebut atas pelanggaran kode etik Polri.

“Saya sudah perintahkan kepada bagian Provost agar memproses kasus tersebut secara kode etik disiplin anggota Polri. Kami akan tegas, dan tidak menutup kemungkinan kami akan mencopot oknum Kapolmas Maliwuko tersebut untuk segera digantikan petugas lainnya,” tegas AKBP Bogiek Sugiyarto.

Pihak Kepolisian Resort Poso ini memastikan tidak menutup kemungkinan akan mencopot Brigadir Polisi Amir Latif termasuk mencopotnya dari jabatan Kapolmas Maliwuko atas kasus yang berujung sanksi adat 1 ekor kerbau tersebut.

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Oknum Polisi Rusak Al Quran di Dalam Masjid

Pihak kepolisian mengamankan seorang oknum polisi yang diduga telah melakukan pengrusakan Al Qur’an di Masjid Nurul Iman yang berada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku berinisial TH (30) itu merobek Al Qur’an di dalam masjid yang berada di RSUP Adam Malik pada Kamis (10/5/2018). Di mana, perbuatan pelaku itu dilakukannya setelah mendapat bisikan gaib.

“Dari pengakuannya, pelaku mengaku kepada petugas mendapatkan bisikan gaib untuk merusak Masjid yang ada di rumah sakit,” terang Tatan saat dikonfirmasi, Sabtu (12/5/2018).

Tatan menjelaskan, kejadian itu bermula saat istri pelaku hendak melahirkan sehingga pelaku bersama dengan ibunya membawa istrinya ke RSUP Adam Malik Medan, sesampainya di Rumah Sakit setelah diperiksa di IGD, selanjutnya di bawa ke lantai III Ruang melahirkan.

Namun di ruangan itu istri pelaku belum melahirkan juga. Hingga akhirnya pelaku mendapat bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk merusak masjid yang ada di rumah itu,” jelas Mantan Waka Polrestabes Medan itu.

Lebih lanjut, Tatan menuturkan setelah itu, ‎pelaku kemudian masuk ke dalam Masjid tersebut, melalui pintu samping dan mengambil Al Qur’an dan merobek salah satu Al Qur’an dan meletakkan di atas tembok dekat kamar mandi.

‎”Sedangkan yang lain, tersangka buang ke parit dekat Masjid selanjutnya setelah itu tersangka mengambil tas dari dalam mobilnya dan membawanya ke lantai III tepatnya ke ruang istri tersangka di rawat,” ujar Tatan.

Atas kejadian itu, pihak RSUP Adam Malik Medan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan untuk melakukan penyidikan dengan mempelajari rekaman CCTV di Masjid tersebut.

“Petugas kemudian berhasil mengamankan oknum polisi yang berpangkat Brigadir bertugas ‎di Dokkes Polrestabes Medan pada, Kamis (10/5/2018) sore,” ungkap Tatan.

Dalam kejadian itu, petugas mengamankan barang bukti berupa empat Al-Qur’an disobek pelaku dan rekaman CCTV serta barang bukti lainnya seperti pakaian pelaku. “Pelaku sudah diamankan dan dilakukan penahanan di Polrestabes Medan. Tindak lanjut dilakukan adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, memeriksa para saksi, terbitkan Surat Perintah Penahanan terhadap pelaku.‎ Melakukan Pemeriksaan terhadap Ahli Agama dan kordinasi dengan dokter kejiwaan,” tutur Tatan.

Dikatakannya, ‎atas perbuatan itu TH dijerat dengan Pasal 156 a KUHP dan Pasal 156 KUHP tentang barang siapa dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia.

Diduga Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap TNI

Diduga terlibat peredaran narkoba, oknum anggota Polres Binjai berinisial Brigadir GG ditangkap Tim Deninteldam I/Bukit Barisan (BB) di kawasan Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (3/7/2018) dini hari.

Selain itu, petugas juga berhasil meringkus tiga rekannya dari lokasi yang berbeda.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Edi Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Kini, kasusnya sedang dikembangkan oleh personil Kodam I/BB di lapangan terutama untuk mengejar jaringan oknum tersebut. “Jadi teman-teman harap bersabar dulu dan apabila ada perkembangan segera kita sampaikan,” ujarnya singkat, Rabu (4/7/2018).

Dikatakannya, keempat tersangka tersebut masing-masing, Rendi, warga Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Arfiansyah (40) warga Jalan Diski Payabakung, Desa Terang Bulan, Kabupaten Deliserdang, Brigadir GG, personel Polsek Binjai Utara dan Bambang Eriadi (38) Jalan Besar Sei Mencirim, Simpang Adios, Kabupaten Deliserdang.

Penangkapan berawal dari tersangka Rendi di jalan Namutrasi, Desa Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Dari tangan tersangka Rendi polisi menemukan 45 butir pil ekstasi, mobil panter BK 1181 FF, satu tas bewarna hitam. Saat dilakukan tes urine, tersangka positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dan kembali mengamankan seorang tersangka lainnya, Arfiansyah. Dari tangan Arfiansyah, petugas mengamankan barang bukti diamankan satu pucuk senjata panjang air shoftgun jenis MP5. Dari hasil tes urine yang dilakukan, tersangka positif mengkonsumsi narkoba.

Dari keterangan Arfiansyah, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan seorang anggota Polres Binjai Brigadir GG yang bertugas di Polsek Binjai Utara bersama temannya Bambang, warga Jalan Besar Sei Mencirim, Simpang Adios, Kabupaten Deliserdang.

Dari keduanya, petugas mengamankan 100 butir ekstasi warna orange, 3,3 gram sabu-sabu, satu pucuk senjata api pistol jenis revolver nomor D 676410, 18 butir munisi call 38 mm, uang tunai Rp511.000. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan ke Mako Deninteldam I/BB dan akan diserahkan ke pihak BNN Binjai. Sedangkan untuk anggota Polri akan diserahkan ke Propam Polda Sumut guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Akui Perampok SPBU di Serang Oknum Polisi Berpangkat Brigadir

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin memastikan pelaku perampokan di SPBU di Jalan Jendral Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Banten pada hari Minggu 29 April 2018, merupakan oknum polisi berpangkat Brigadir.

“Setelah kami dalami, pelaku merupakan salah satu oknum anggota Polres Serang Kota berinisal ES pangkat Brigadir,” kata Kapolres kepada wartawan, Rabu (2/4/2018).

Dari hasil pemeriksan, pelaku yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota itu berhasil membawa uang sebanyak Rp50 juta dari SPBU. Pelaku diamankan oleh petugas setelah lima jam dari kejadian di rumah orangtua pelaku di wilayah Ciceri, Kota Serang.

Kapolres menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, petugas kemudian menemukan uang tunai senilai Rp55 juta yang disembunyakan di kursi kantor milik SPBU.

“Kami masih mengaudit berapa total kerugian yang dialami korban. Dimungkinkan, kerugian menvapai Rp150 juta. Sebab, ada beberapa kupon bensin yang dibuang pelaku,” ujarnya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp105 juta, tas selempang, mobil Honda Freed milik tersangka, botol bekas miniman untuk mengancam korban. “Saat beraksi pelaku memang tidak menggunakan senjata api untuk mengancam korbannya,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman penjara selama 9 tahun. “Termasuk juga kepada pelaku yang diketahui anggota (polisi) kita proses kode etiknya,” tandasnya.
(wib).

Oknum Polisi Tugas Bidang Dokkes Polda Sumut Edarkan Sabu Ditangkap

Oknum polisi yang bertugas di Bidang Dokkes Polda Sumut, Aipda Herman (44) ditangkap petugas Polres Asahan dan Ditreskrim Narkoba Polda Sumut, Sabtu 27 Januari 2018. Penangkapan oknum Polri itu setelah diketahui bahwa adanya peredaran sabu-sabu di Jalan Ir H Juanda, Gang Utama, Lingkungan XlV, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Mendapat informasi itu, petugas Polres Asahan melakukan penyelidikan dan pengecekan di kawasan rumah Aipda Herman. Setelah dicek dan dipastikan kebenarannya, Polres Asahan menggeledah rumah Aipda Herman.

Saat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti 11 plastik klip ukuran sedang berisikan butiran kristal diduga sabu-sabu dengan berat masing-masing 5 gram. Ditemukan juga, 1 plastik klip ukuran kecil berisi butiran kristal diduga sabu-sabu, 1 plastik klip ukuran sedang yang berisi plastik transparan kosong, dan 1 butir pil ekstasi.

Polisi juga menyita, 1 unit timbangan digital, 2 dot, 4 mancis, 1 gunting, 3 kaca pirek, 2 pipet yang dimodif menjadi skop, 1 botol larutan penyegar cap badak lengkap dengan pipet pengisap sabu, pirek, 1 amplop berisikan ganja, 1 bungkus kertas tictak, dan 1 tas warna cokelat.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting membenarkan penangkapan oknum anggota Bid Dokkes Polda Sumut yang terlibat narkoba. “Iya sedang dalam proses pemeriksaan,” jelasnya saat dikonfirmasi Senin (29/1/2018).

Kasat Res Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar menambahkan tersangka dan barang bukti diserahkan ke Satuan Res Narkoba Polres Asahan untuk dikembangkan. “Barang bukti yang disita narkotika jenis sabu-sabu seberat 52,74 gram brutto dan jenis ganja seberat 1,16 gram brutto,” ujarnya.

Wilson menambahkan, Aipda Herman mengaku, sabu-sabu tersebut dibeli dari bandar bernama Feri Tindaon warga Tanjung Balai pada Kamis 25 Januari 2018 di kawasan Batu Tujuh, Kecamatan Simpang Empat, sebanyak 1 ons dengan perjanjian apabila sabu tersebut telah habis terjual dan akan dibayar seharga Rp50 juta.