Sudrajat Ucapkan Selamat kepada Ridwan Kamil-Uu

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat mengucapkan selamat kepada Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi pemenang Pilkada Jawa Barat 2018.

“Untuk saudara Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, saya dan Ahmad Syaikhu menyampaikan selamat terpilihnya Saudara menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Sudrajat saat menggelar jumpa pers di Bandung, Senin (9/7/2018).

Seperti Dilansir antara, dia mengaku bangga karena dalam kontestasi pilgub jawa barat 2018, pasangan asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) berhasil menempati posisi kedua dengan raihan suara terbanyak.

“Alhamdulilah kita mencapai urutan nomor dua. Kita terima keadaan ini sebagai hasil prestasi dengan tawadu dan ketakwaan,” kata Sudrajat.

Walaupun menempati posisi kedua di Pilgub Jawa Barat 2018, Sudrajat tetap bangga atas hasil yang diraih hasil itu dan dianggap sebagai suatu prestasi yang membanggakan. Ini adalah suatu hal yang betul-betul prestasi untuk kita untuk bisa mengukur standar Jawa Barat. Mereka mengenal pasangan Asyik, program Asyik. Insyaallah konstituen bisa bersama terus,” kata Sudrajat.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menetapkan dan mensahkan pasangan calon M. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu sebagai pemenang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Pengesahan tersebut dibacakan oleh Kabag Hukum, Teknis, Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat Teppy Darmawan, dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018, di Aula Setya Permana, Kantor KPU Jawa Barat di Jalan Garut Nomor 11 Kota Bandung, Minggu (8 Juli 2018).

Rekapitulasi penghitungan suara menunjukkan bahwa pasangan Rindu unggul dengan perolehan suara sah sebanyak 7.226.254 (32,88 persen), disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan raihan suara sah sebanyak 6.317.465 suara (28,74 persen).

Kemudian pada posisi ketiga ditempati oleh Pasangan Calon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan raihan suara sah sebanyak 5.663.198 (25,77 persen), dan terakhir ditempati oleh Pasangan TB Hasanuddin- Anton Charliyan dengan raihan suara 2.773.078 (12,62 persen).

Adapun total suara sah dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2018 ialah sebanyak 21.979.995.

Dituding Langgar Aturan, Pj Gubernur Jabar Tak Keberatan Digugat

Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat Mochamad Iriawan menyatakan tidak keberatan digugat secara hukum karena dituding melanggar peraturan pada jabatan yang kini disandangnya. Iriawan menganggap keputusan Menteri Dalam Negeri melantik dirinya dengan pertimbangan dan kekuatan hukum yang jelas.

Iriawan mengaku saat ini dia fokus menjalankan mandat yang diberikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Salah satunya adalah memastikan kelancaran masa balik Lebaran 2018 berjalan dengan baik.

Saya hanya melaksanakan tugas. Saya akan mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan, yaitu sekarang ini wujudnya. Saya sudah ke mana-mana. Nanti besok akan melihat ke Kertajati, kemudian ke Sukabumi,” kata Iriawan di Pos Pengamanan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 20 Juni 2018.

Dia menjelaskan, penugasan dari Kementerian Dalam Negeri yang harus dilaksanakan olehnya, yaitu soal pengawasan netralitas aparatur sipil negara (ASN) selama Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 berlangsung.

Tindakan tegas akan diputuskan apabila diketahui adanya ASN yang berpihak terhadap salah satu pasangan calon.

Sebelum menjalankan tugas pokoknya itu, Iriawan mengklaim dirinya harus bersih dan tidak berpihak terhadap seluruh pasangan calon gubernur. Iriawan beranggapan, tidak ada alasan dilayangkannya tudingan ada dugaan ketidaknetralan dirinya dengan diangkat menjadi Pj Gubernur Jawa Barat.

“Kan, lucu jadinya. Tolong jelaskan tidak netralnya itu di mana?” ujar Iriawan.

Pernyataan itu didasari karena hampir seluruh tahapan Pilkada Jabar sudah berlangsung dan hampir rampung. Seperti masa kampanye, debat publik dan anggaran pemilu telah dibagikan. Sebagai warga Jawa Barat, Iriawan menyebut, tidak mungkin dirinya tidak netral dengan risiko mengorbankan nama baik dan kariernya.

Pada Senin, 18 Juni 2018, Sekretaris Utama Lemhanas Mochamad Iriawan dilantik menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 106/B Tahun 2018. Hal itu dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi gubernur sampai dengan rampungnya Pilkada Jawa Barat mendatang.

berita politik, cerita gosip, gosip politik, gosip terbaru, gosip terkini, hot gosip,
Gosip Panas, Gosip Hangat, Gosip HOT, Hot New, Hot Gosip, Berita Seputar Gosip,Gosip Hari Ini, Gosip Update, Gosip Terbaru, Wow Gosip, Gosip Heboh, Berita Terkini, berita politik terbaru, berita politik,

Emil Sebut Demiz Berlebihan Bila Tak Hadiri Debat karena Keamanan

Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta jaminan keamanan saat debat kadidat putaran tiga Pilkada Jabar 2018 digelar. Namun, calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai terlalu berlebihan jika tidak melaksanakan debat terbuka karena mengkhawatirkan faktor keamanan.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, faktor tersebut bukanlah alasan untuk tidak melakukan debat.

Kalau alasan enggak debat karena itu saya kira berlebihan,” ungkap Kang Emil, ditemui pada open house di kediaman pribadi OSO, Jl Karang Asem Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Kang Emil mengatakan, telah ada kepolisian sebagai pihak berwenang yang siap untuk mengamankannya. Karena itu, menurut dia, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan faktor tersebut hingga tidak melaksanakan debat terbuka nantinya.

“Kan ada polisi, kalau khawatir keamanan negeri ini ada yang namanya kepolisian,” ujarnya.

Terkait debat terbuka, Emil mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena dia menganggap telah sering sekali melaksanakan debat.

“Karena sering banget debat udah lebih dari delapan kali (resmi KPU dan tak resmi), jadi enggak ada pakai persiapan-persiapan, jadi lebih ke materi saja,” imbuhnya.

Calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar menyurati Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat. Dia meminta jaminan keamanan dalam debat terbuka Pilkada Jabar pada 22 Juni 2018 nanti.

Deddy mengatakan, tidak akan hadir dalam debat tersebut jika KPU dan aparat kepolisian tidak memberikan jaminan keamanan. Sebab dia khawatir debat nantinya dapat berakhir dengan kericuhan antarpendukung.

Akui Kemenangan Rindu, Sudrajat Jauhkan Perselisihan dan Persengketaan

Bandung, Pemegang Pulgub jawa barat ridwan kamil menerima ucapa selamat atas kemenangannya dari paslon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Asyik di Cafe Bali, Bandung, Senin, 9 Juli 2018. Ketiganya terlihat bungah dan kompak, karena kemeja yang dikenakannya saat pertemuan itu warnanya senada yakni, biru muda.

“Hari ini saya sudah memberikan pernyataan menyikapi hasil penghitungan suara oleh KPUD kemarin yang menempatkan pasangan Asyik nomor dua dan pasangan Rindu nomor 1. Terpilihnya pasangan Rindu kami akui sebagai prestasi pilihan masyarakat Jabar,” ujar Sudrajat dalam keterangannya kepada awak media.

Mantan Staf Ahli Panglima TNI itu juga menyampaikan selamat kepada Ridwan-Uu yang memenangi Pilgub Jabar 2018. “Untuk itu saya sampaikan selamat kepada Kang Emil menjadi gubernur terpilih dan Kang Uu menjadi wagub terpilih periode 2018-2023,” jelas Sudrajat.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menetapkan dan mengesahkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu sebagai pemenang pada Pilgub Jabar di Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu, 8 Juli 2018.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara menunjukkan bahwa pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) unggul dengan perolehan suara sah sebanyak 7.226.254 (32,88 persen), disusul pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan raihan suara sah sebanyak 6.317.465 suara (28,74 persen). Rindu unggul atas Asyik hampir satu juta suara.

Lalu pada posisi ketiga ditempati oleh paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan raihan suara sah sebanyak 5.663.198 (25,77 persen), dan terakhir pasangan calon TB Hasanuddin-Anton Charliyan dengan raihan suara 2.773.078 (12.62 persen).

Menurut Sudrajat, kedatangannya ke Bandung untuk memberi ucapan selamat kepada Emil, tanpa janjian terlebih dahulu. Ia tahu bahwa Emil ada acara di kafe itu, maka bersama Syaikhu dia pun datang untuk memberi ucapan selamat. Mereka adalah paslon terakhir yang memberikan ucapan selamat paska KPU menetapkan Rindu sebagai pemenang Pilkada.

Sudrajat menyatakan, sebagai pemimpin, mereka harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Dia yakin 4 paslon di Pilkada Jabar punya niat yang baik. Jika pada gilirannya Emil dan Uu yang terpilih, maka seluruh komponen harus bersama-sama majukan Jabar.

“Saya harapkan warga Jabar bersama-sama gubernur baru membangun Jabar. Jauhkan perselisihan dan persengketaan yang selama ini berkompetisi, memiliki aspirasi berbeda tapi sebetulnya kita belajar berbeda di awal pada saat kita sepakat mengambil keputusan kita mulai belajar bersatu. Insya Allah kita akan jadi masyarakat tawadu, takwa, dan menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran, insya Allah bersama Kang Emil dan Kang Uu Jabar akan semakin maju,” ucapnya.

Sementara itu wakilnya, Ahmad Syaikhu menitipkan program yang disosialisasikannya saat kampanye, yakni Asyikpreneur. Menurut dia, Asyikprenuer adalah program menciptakan entrepreneur baru dan menciptakan lapangan kerja baru.

“saya yakin kini bisa masuk dalam RPJMD akan lebih masif ketimbang dilakukan perorangan. Walaupun saya berjanji pada kampanye, menang atau tidak menang akan melanjutkan kegiatan Asyikpreneur. Kalau disupport pemerintah provinsi ini akan lebih masif dan luar biasa pemanfaatannya,” ucapnya.

Golkar Akui Jk Menjadi Kandidat Ketua Tim Pemenangan Jokowi- Ma’ruf Amin

Sekretaris Jenderal partai Golkar Lodewijk F Paulus, membenarkan nama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masuk sebagai kandidat Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Informasi awal demikian. Tapi pastinya kita formasi dari struktur dari Tim Kampanye Nasional (TKN). Ini kan sudah ada tinggal paslon sudah ada,” ucap Lodewijk di Jakarta, Jumat (10/8).

Meski JK belum menerima, dia menegaskan peluang tokoh senior Golkar itu belum tertutup untuk menjadi ketua tim pemenangan.

“Ya Insya Allah kayak gitu. Salah satu harapan Pak JK yang akan jadi tim pemenangan,” jelas Lodewijk.

Dia pun membantah permintaan Jokowi ke menjadi Ketua Tim Pemenangan untuk mencegah mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bermanuver di Pilpres 2019.

“Jokowi minta JK karena beliau tahu kualitas beliau. Dan Pak JK sudah tunjukan loyalitas 5 tahun. Bukan waktu yang pendek. Kalau Pak Jokowi minta JK berarti Pak Jokowi nilai JK positif,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak menampik diminta menjadi bagian tim pemenangan untuk pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Bahkan dia mengakui diundang untuk hadir deklarasi dan mendaftar ke KPU.

“Saya diminta hadir kemarin dan tadi pagi, tapi saya pikir ini medannya pimpinan partai. Belum tim penasihat atau sukses. Nanti setelah ini (pendaftaran) baru disiapkan. (Jadi) Saya walau diundang, tidak hadir, karena saya pikir ini panggung partai,” ucap JK di Jakarta, Jumat (10/8).

Dia tak menegaskan langsung apakah menerima atau menolak permintaan Jokowi sebagai bagian dari tim pemenangan, bahkan menjadi ketua. Meskipun, dirinya tetap menegaskan akan membantu Jokowi.

“Kita pertimbangkan bagaimana cara terbaik. Yang pasti kita bantu Pak Jokowi,” jelas JK.

Karena itu, pihaknya masih mencari format terbaik, bagaimana membantu Jokowi ke depan.

“Sekarang sedang kita pelajari, sistem apa yang terbaik, untuk kita sesuaikan kondisi yang ada,” katanya.